MEDAN — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan masih terjadi meski Pertamina sebelumnya menjanjikan distribusi kembali normal pada Jumat (10/7/2026). Kondisi ini mendorong Pemkot Medan mengambil langkah langsung dengan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rabu (15/7/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah memimpin pertemuan tersebut. Ia didampingi Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Kabag Prokopim Arafat Syam, dan Kabag SDA Soeflie Putra. Di hadapan pihak Pertamina, Citra menyampaikan bahwa kedatangannya merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang sudah dilakukan sepekan sebelumnya.
Janji Normal 10 Juli Tak Terealisasi
Dalam pertemuan pada 8 Juli 2026, Pertamina menjelaskan bahwa gangguan distribusi BBM disebabkan pergantian sejumlah sopir mobil tangki yang berdampak pada penyaluran ke SPBU. Saat itu, mereka memperkirakan kondisi akan pulih pada Jumat (10/7/2026). Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.
“Karena itu kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kendala yang dihadapi masih sama seperti yang disampaikan sebelumnya atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal,” kata Citra dalam pertemuan tersebut.
Antrean kendaraan disebut semakin panjang. Sejumlah SPBU bahkan dilaporkan sempat kehabisan pasokan, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi, sehingga tidak dapat melayani masyarakat.
Pemkot Tawarkan Bantuan, Kerahkan Dishub dan Satpol PP
Citra menegaskan, Pemko Medan tidak hanya meminta penjelasan, tetapi juga menawarkan dukungan agar persoalan distribusi segera teratasi. “Kami atas instruksi Pak Wali Kota terus mengawal persoalan antrean BBM ini. Kami juga menawarkan kepada Pertamina, apabila ada hal-hal yang perlu dibantu, Pemko Medan siap membantu,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemko Medan telah mengerahkan personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan agar tetap tertib.
Pertamina Pastikan Stok Aman, Bukan karena Kelangkaan
Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tito Rivanto mengapresiasi langkah koordinasi Pemkot Medan. Ia menegaskan bahwa stok BBM di Kota Medan dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas di Kota Medan,” ujar Tito.
Menurut penjelasan yang diterima Pemko Medan, persoalan yang terjadi murni merupakan kendala teknis distribusi, bukan karena kekurangan pasokan BBM. Pertamina mengakui saat ini sedang melakukan pembenahan internal pada sistem penyaluran menggunakan armada mobil tangki.
Armada Ditambah, SPBU 24 Jam Diperbanyak
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan. Tito mengatakan pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar penyaluran dan distribusi BBM ke seluruh SPBU dapat segera normal.