Pencarian

Sapa Daerah di Nias Barat, Bobby Nasution Janji Bantu Alat Tangkap Nelayan dan Rehab Masjid Al Uswah Rp 250 Juta

Minggu, 19 Juli 2026 • 15:24:27 WIB
Sapa Daerah di Nias Barat, Bobby Nasution Janji Bantu Alat Tangkap Nelayan dan Rehab Masjid Al Uswah Rp 250 Juta
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendengarkan aspirasi warga Nias Barat dalam kegiatan Sapa Daerah. Bobby Nasution berjanji membantu pengadaan alat tangkap nelayan secara pribadi jika tidak tersedia dalam APBD. Gubernur Sumut menyetujui rehabilitasi Masjid A

NIAS BARAT — Ratusan warga Nias Barat memanfaatkan momen kunjungan Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk menyampaikan persoalan yang mengendap selama ini. Salah satu yang paling mendesak adalah bantuan alat tangkap bagi nelayan setempat.

Tokoh agama Nias Barat, Akhmad Rafi Zebua, menyampaikan langsung permintaan bantuan 400 set alat tangkap berbagai ukuran, termasuk jaring tenggiri. Ia juga mewakili nelayan yang mengeluhkan hasil tangkapan yang terus menurun tanpa dukungan peralatan memadai.

Bobby: Alat Tangkap Bisa dari Kantong Pribadi

Menanggapi hal itu, Bobby mengaku akan mendata ulang kebutuhan nelayan di Nias Barat. Meski pengadaan kapal motor belum masuk APBD tahun ini, bantuan alat tangkap masih terbuka.

“Kalau untuk kapal motor memang tahun ini belum ada pengadaannya. Nanti kami diskusikan lagi dengan OPD terkait. Tetapi untuk alat tangkap akan kita lihat. Kalau tidak bisa dari APBD, nanti saya bantu secara pribadi setelah Agustus tahun ini,” kata Bobby.

Rehab Masjid Al Uswah: Anggaran Dinaikkan Jadi Rp 250 Juta

Akhmad Rafi juga meminta Pemprov Sumut merealisasikan bantuan rehabilitasi Masjid Al Uswah di Kecamatan Sirombu. Masjid ini dinilai memiliki nilai sejarah sebagai salah satu jejak perkembangan Islam di Nias Barat.

Bantuan tersebut sebelumnya sempat masuk rencana anggaran Pemprov Sumut, namun batal karena dialihkan untuk penyelenggaraan PON. Bobby menilai usulan Rp 100 juta tidak cukup dan meminta pengurus masjid memperbaiki proposal.

“Kalau Rp 100 juta tidak bisa. Yang bisa Rp 250 juta. Perbaiki proposalnya dan ajukan kembali,” ujarnya.

Pulau Asu dan Inako: Potensi Wisata Menunggu Giliran

Warga juga mendorong pengembangan pariwisata di Pulau Asu dan Pulau Inako yang dinilai memiliki keindahan alam dan kekayaan sumber daya laut. Namun Bobby menyebut kawasan itu belum menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan wisata Kepulauan Nias.

Hasil pembahasan bersama kepala daerah se-Kepulauan Nias menempatkan Nias Barat sebagai kawasan produksi. Meski begitu, Bobby menegaskan potensi wisata tidak diabaikan.

“Nias Barat tetap akan berkembang. Pengembangan kawasan wisata akan dilakukan bertahap setelah kawasan prioritas lainnya berjalan,” kata Bobby.

Pemecah Ombak dan Pelabuhan: Butuh Kolaborasi Pusat

Persoalan lain yang mengemuka adalah kebutuhan pemecah ombak dan pembangunan fasilitas pelabuhan, termasuk penambahan layanan transportasi laut ke Pulau Inako. Bobby menjelaskan pemecah ombak merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk menangani masalah tersebut. Sementara untuk pelabuhan, Pemprov Sumut akan mendorong percepatan pembangunan agar akses masyarakat kepulauan semakin terbuka.

Dalam kegiatan Sapa Daerah itu, Bobby menegaskan komitmen Pemprov Sumut untuk terus mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Utara. (*)

Bagikan
Sumber: harianstar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks