Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menginstruksikan mitigasi risiko secara intensif di lapangan. Tim diterjunkan untuk menoping pohon dan menormalisasi saluran air di sekitar atau yang melintasi jalur kereta api.
"Dengan meningkatnya curah hujan, timbul potensi gangguan perjalanan KA akibat genangan air. Untuk itu, kami melakukan normalisasi saluran air berupa pembersihan sampah dan sedimen guna meningkatkan kapasitas aliran air," ujar Anwar dalam keterangan resmi, Senin (20/7/2026).
AMUS dan Flying Gang Disiagakan 24 Jam
KAI Divre I Sumut menyiagakan AMUS di 14 UPT yang tersebar dari Stasiun Belawan hingga Kuala Tanjung, Tanjungbalai, Siantar, dan Rantauprapat. Material siaga meliputi batu balas, bantalan rel, pasir, hingga peralatan berat yang siap dimobilisasi kapan saja.
Personel flying gang disiagakan penuh selama 24 jam untuk merespons cepat setiap gangguan yang tiba-tiba muncul di jalur. Anwar menambahkan bahwa seluruh upaya ini merupakan komitmen berkelanjutan KAI untuk mengeliminasi potensi bahaya di lintasan.
46 Perjalanan KA per Hari Terjaga
Saat ini, frekuensi operasional di wilayah Divre I Sumatera Utara mencapai 46 perjalanan kereta api per hari. Rinciannya, 20 perjalanan KA penumpang dan 26 perjalanan KA barang yang mengangkut komoditas vital bagi konektivitas dan perekonomian kawasan.
"Kami berupaya maksimal memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi andal, sehingga masyarakat dapat menggunakan moda transportasi kereta api dengan aman, nyaman, dan tepat waktu tanpa terkendala potensi gangguan cuaca," pungkas Anwar.