MEDAN — Operasi pencarian korban reruntuhan rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Medan, memasuki babak baru dengan pembagian tiga tim Search and Rescue Unit (SRU). Kepala Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan langkah ini diambil untuk mengoptimalkan proses evakuasi di lokasi yang dipenuhi puing-puing bangunan.
Drone Thermal dan Crane Dikerahkan
SRU I mendapat tugas melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal milik Basarnas Medan. Alat ini digunakan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah material bangunan yang masih bertumpuk.
"Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga SRU," ujar Hery, Selasa.
Sementara itu, SRU II menerapkan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui sektorisasi area dan identifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi. Tim ini juga bertugas memetakan titik-titik rawan longsor susulan.
SRU III bergerak lebih cepat dengan menyisir titik-titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
Ledakan Gas Tanam Diduga Jadi Penyebab
Peristiwa nahas terjadi pada Senin (20/7) dan diduga dipicu ledakan pipa gas tanam. Berdasarkan data sementara, tujuh orang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang berhasil selamat, yaitu Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.
Satu korban meninggal dunia telah ditemukan, namun data korban masih akan dipastikan lebih lanjut. Dua orang lainnya masih dalam pencarian dan diduga kuat berada di bawah reruntuhan.
Peralatan Berat Siaga di Lokasi
Tim SAR gabungan membawa berbagai peralatan berat ke lokasi, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi.
"Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun," kata Hery.
Laporan Diterima dari Brimob Polda Sumut
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi dengan peralatan lengkap.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan.