MEDAN — Ika Indah Sari mendatangi SPKT Polda Sumut dengan mata berkaca-kaca. Ia melaporkan kematian tragis anaknya yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. “Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Jangan sampai anak saya meninggal sia-sia,” ujarnya di depan petugas.
Kronologi: Berhenti Melihat Bentrokan, Lalu Terjatuh Bersimbah Darah
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut keterangan rekan korban, DA dan temannya tengah melintas menggunakan sepeda motor di kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Di lokasi tersebut, diduga sedang terjadi bentrokan antar ormas.
Korban bersama temannya sempat berhenti untuk melihat kejadian tersebut. Tak lama kemudian, DA tiba-tiba terjatuh dengan kondisi wajah berlumuran darah. Teman-temannya langsung mengevakuasi korban ke lokasi yang lebih aman, lalu membawanya ke RS Delima, Jalan Yos Sudarso, Medan.
Luka di Mata Kiri dan Kepala, Keluarga Curiga Ada Tembakan
Setibanya di rumah sakit, DA dinyatakan telah meninggal dunia. Dari hasil pengamatan keluarga, korban mengalami luka tembak di bagian mata kiri, luka di kepala, serta sejumlah luka pada bagian tubuh lainnya. Keluarga meyakini luka tersebut bukan akibat terjatuh, melainkan berasal dari tembakan saat bentrokan terjadi.
Ika mendapat kabar pertama kali dari teman anaknya yang mengatakan DA mengalami luka serius setelah terjatuh. Namun, setelah melihat langsung kondisi jasad putranya, ia yakin ada kekerasan senjata api di balik peristiwa itu.
Polisi Masih Selidiki Asal Tembakan dan Pelaku
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban maupun asal tembakan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polda Sumut belum merilis hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) maupun keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan senjata api dalam bentrokan ormas di Medan Labuhan.
Keluarga berharap aparat segera mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut serta menangkap pihak yang bertanggung jawab. “Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” kata Ika.