Pencarian

TPT Sumatera Utara Naik Tipis ke 5,03 Persen, BPS Catat 411 Ribu Orang Masih Menganggur

Rabu, 05 Agustus 2026 • 20:30:31 WIB
TPT Sumatera Utara Naik Tipis ke 5,03 Persen, BPS Catat 411 Ribu Orang Masih Menganggur
BPS Sumatera Utara mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi ini naik tipis menjadi 5,03 persen pada Mei 2026.

MEDAN — Data terbaru BPS Sumatera Utara menunjukkan tantangan pasar kerja tidak hanya soal jumlah pengangguran, tetapi juga kualitas jam kerja. Tingkat setengah pengangguran di provinsi ini tercatat melonjak 2,12 persen poin menjadi 8,96 persen, artinya hampir sembilan dari seratus pekerja masih mencari tambahan jam kerja atau pekerjaan lain.

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, menyebut penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif menjadi faktor krusial untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. "Kondisi ini menunjukkan tantangan pasar kerja di Sumatera Utara tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengangguran, tetapi juga kualitas dan kecukupan jam kerja," ujarnya dalam paparan, Rabu (5/8).

Lulusan SMA Mendominasi Angka Pengangguran Terbuka

Dari sisi pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi penyumbang terbesar kantong pengangguran dengan porsi 38,75 persen. Sebaliknya, lulusan Diploma I hingga Diploma III memiliki proporsi paling rendah, hanya 3,51 persen.

Data BPS juga memecah angka pengangguran berdasarkan gender. Tingkat pengangguran perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yakni 5,27 persen berbanding 4,87 persen. Meski begitu, jika dibandingkan Februari 2026, TPT perempuan justru turun 0,04 persen poin sementara laki-laki relatif stagnan.

Kesenjangan Kota-Desa: Angka Pengangguran Perkotaan Turun, Pedesaan Naik Signifikan

Fenomena menarik terjadi jika dilihat dari wilayah domisili. TPT di perkotaan memang masih lebih tinggi, mencapai 5,77 persen, namun angka ini turun 0,52 persen poin dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, kawasan perdesaan mengalami lonjakan kenaikan sebesar 0,82 persen poin menjadi 3,86 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren biasanya, di mana perbaikan ekonomi perkotaan biasanya diikuti penyerapan tenaga kerja di desa. Kenaikan signifikan TPT di pedesaan patut menjadi perhatian pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Pekerja Paruh Waktu: Perempuan Bekerja Lebih Rentan

BPS mencatat proporsi pekerja paruh waktu di Sumatera Utara mencapai 24,91 persen, atau satu dari empat penduduk yang bekerja. Angka ini memang turun tipis 0,42 persen poin, namun kesenjangan gender sangat terlihat jelas.

Tingkat pekerja paruh waktu perempuan mencapai 34,17 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang hanya 18,83 persen. Sementara itu, tingkat setengah pengangguran juga meningkat baik pada laki-laki (9,02 persen) maupun perempuan (8,88 persen).

Angkatan Kerja Bertambah, TPAK Sedikit Menurun

Jumlah penduduk usia kerja di Sumatera Utara pada Mei 2026 mencapai 11,785 juta orang, bertambah 44 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,162 juta orang masuk kategori angkatan kerja.

Meski angkatan kerja bertambah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sedikit menurun menjadi 69,26 persen. "TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi, yakni 83,72 persen, sedangkan perempuan sebesar 54,88 persen. TPAK perempuan mengalami peningkatan, sementara laki-laki sedikit menurun," jelas Asim.

Dengan total 7,752 juta orang yang bekerja, BPS menilai perlu ada dorongan lebih lanjut untuk menciptakan lapangan kerja formal yang menyerap tenaga kerja secara penuh, terutama bagi kelompok perempuan dan lulusan SMA yang paling terdampak.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks