SUMATERA UTARA — Gunung Tambora, destinasi pendakian ikonik di Pulau Sumbawa dengan kawah bersejarahnya, kini tutup total untuk sementara. Penutupan ini bukan karena erupsi, melainkan tingginya risiko kebakaran hutan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia saat kemarau.
Empat Jalur Resmi Ditutup
Kepala Balai TN Tambora, Abdul Aziz Bakry, menegaskan tidak ada satu pun jalur yang bisa digunakan selama masa penutupan. Berikut rinciannya:
- Jalur pendakian Pancasila
- Jalur offroad Doro Canga
- Jalur Kawidna To'i
- Jalur offroad Piong
Petugas akan meningkatkan pengamanan di pintu-pintu masuk kawasan. Patroli pencegahan karhutla serta pengendalian akses juga diperketat di keempat titik tersebut.
Keselamatan Ekosistem Jadi Prioritas
"Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi dan pencegahan meningkatnya risiko kebakaran hutan pada musim kemarau, sekaligus untuk menjamin keselamatan pengunjung serta perlindungan ekosistem Taman Nasional Tambora," ujar Abdul Aziz Bakry, Rabu (2/8/2026).
Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Pendakian Gunung di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
Imbauan untuk Calon Pendaki dan Operator Wisata
BTN Tambora meminta masyarakat, calon pendaki, operator wisata, pemandu, dan porter serta seluruh pelaku usaha jasa wisata di sekitar kawasan untuk mematuhi kebijakan ini. Dukungan dari semua pihak dibutuhkan agar upaya pencegahan kebakaran hutan berjalan efektif.
Bagi traveler yang sudah terlanjur merencanakan pendakian, sebaiknya alihkan rencana ke destinasi lain di NTB atau tunggu pengumuman pembukaan kembali. Informasi terkini mengenai status buka-tutup Gunung Tambora bisa dipantau melalui kanal resmi Balai TN Tambora.