Pencarian

Reduksi Konka Hidung Anak: Tanda yang Perlu Diwaspadai, Kisah Putra Zaskia

Kamis, 03 September 2026 • 16:35:01 WIB
Reduksi Konka Hidung Anak: Tanda yang Perlu Diwaspadai, Kisah Putra Zaskia
Putra ketiga Zaskia Adya Mecca, Bhai Kaba Bramantyo, menjalani prosedur reduksi konka hidung untuk mengatasi sumbatan napas akibat alergi berat.

SUMATERA UTARA — Lewat unggahan Instagramnya, Zaskia membagikan kabar bahwa anak ketiganya, Bhai Kaba Bramantyo, baru saja menjalani reduksi konka hidung. Menariknya, Kaba bukan anak pertama yang menjalani prosedur ini — kakak-kakaknya, Sybill dan Bhre, juga pernah melaluinya.

Apa Itu Reduksi Konka Hidung?

Reduksi konka hidung adalah prosedur bedah untuk mengecilkan ukuran konka atau turbinat, jaringan di dalam hidung yang berfungsi menghangatkan dan menyaring udara. Ketika konka membesar atau bengkak, saluran napas menyempit sehingga hidung terasa tersumbat terus-menerus, terutama saat tidur atau ketika alergi kambuh.

Pada kasus Kaba, konka hidungnya selalu meradang karena alergi berat yang ia miliki. Selain itu, tulang hidung bagian dalamnya juga bengkok, sehingga perlu diluruskan sedikit demi memperlancar jalur napas.

Tindakan ini biasanya disarankan jika pengobatan non-bedah seperti obat semprot hidung sudah tidak cukup membantu. Prosedurnya pun bisa berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan operasi lain seperti septoplasti untuk mengoreksi septum bengkok, atau rinoplasti untuk membentuk ulang hidung.

Tiga Tanda dari Zaskia yang Kerap Disepelekan Orang Tua

Zaskia mengaku dulu tidak memahami kondisi ini. Ia baru sadar setelah belajar dari pengalaman anak-anaknya.

"Dulu ini hal yang ga ku pahami, tapi semenjak belajar, liat anak mulut sering terbuka buat nafas dan tidur, plus ngorok itu ku anggap bukan hal biasa. Ada sesuatu yang bisa dibenerin harusnya untuk kualitas hidup lebih nyaman," tulisnya di akun @zaskiadyamecca.

Dari pengalaman Zaskia, ada beberapa tanda yang patut Bunda waspadai:

  • Anak kerap bernapas lewat mulut saat tidur atau beraktivitas.
  • Mengorok di malam hari, bukan sekadar suara napas biasa.
  • Hidung sering tersumbat berkepanjangan, terutama bila disertai riwayat alergi.

Gejala-gejala ini sering dianggap normal, padahal bisa mengindikasikan adanya sumbatan yang mengganggu kualitas tidur dan pernapasan anak.

Proses Operasi dan Pemulihan ala Kaba

Kabar baiknya, tindakan ini tidak memakan waktu lama. "Tindakan 1 jam, dan besok paginya udah bisa pulang," ungkap Zaskia.

Namun, masa pemulihan tetap perlu kesabaran. "Tiga hari pasca-reduction masih mampet karena pemulihan, tapi insyaaAllah setelah itu nafas lebih legaa," ujarnya.

Zaskia juga menambahkan bahwa meski ada kemungkinan radang kambuh di kemudian hari, tulang bengkok yang sudah dirapikan membuat saluran napas tidak akan tertutup sepenuhnya seperti sebelumnya.

Kapan Bunda Perlu Konsultasi ke Dokter?

Reduksi konka hidung umumnya dipertimbangkan pada kondisi berikut:

  • Hidung mampet kronis yang tidak membaik dengan obat semprot hidung.
  • Konka hidung membesar akibat alergi atau rinitis.
  • Kesulitan bernapas lewat hidung, terutama saat tidur.
  • Mendengkur atau gangguan tidur yang berkaitan dengan sumbatan hidung.

Jika anak Bunda menunjukkan beberapa tanda di atas secara terus-menerus, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter THT. Pemeriksaan dini bisa membantu menentukan apakah tindakan seperti reduksi konka memang diperlukan, atau masih bisa ditangani dengan perawatan yang lebih sederhana.

Pengalaman Zaskia mengingatkan kita bahwa gangguan pernapasan kecil pada anak bisa berdampak besar pada kualitas hidupnya. Dengan lebih peka terhadap gejala, Bunda bisa membantu si kecil bernapas lebih lega dan tidur lebih nyenyak.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks