Harga BBM Pertamina Sumut Stabil, Pertamax Tetap Rp12.600 per Liter

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 19:00:43 WIB
Harga Pertamax di Sumatera Utara tetap stabil Rp12.600 per liter per 1 Mei 2026.

Medan — Berdasarkan data dari aplikasi dan laman resmi MyPertamina per 1 Mei 2026, PT Pertamina masih mempertahankan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Kebijakan penahan harga ini berlaku sejak penetapan tarif pada 18 April 2026 hingga awal Mei, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.

Harga BBM Stabil di Sumatera Utara

Untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh, harga Pertamax tetap di angka Rp12.600 per liter. Sementara untuk produk BBM non-subsidi berkualitas tinggi, Pertamax Turbo dipatok seharga Rp19.850 per liter. Pertalite, sebagai produk subsidi, bertahan pada harga nasional Rp10.000 per liter, begitu pula Bio Solar Subsidi yang tetap Rp6.800 per liter.

Harga yang stabil ini terutama berlaku untuk segmen produk subsidi yang diatur langsung oleh pemerintah. Sementara untuk produk non-subsidi seperti Pertamax Turbo, meskipun harga tetap, produk ini sebelumnya telah mengalami lonjakan signifikan pada pertengahan April 2026.

Perbedaan Harga Antar Wilayah Indonesia

Perbedaan harga BBM masih terlihat jelas di berbagai daerah, mengikuti kebijakan distribusi dan biaya logistik masing-masing wilayah. Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, memiliki harga Pertamax paling rendah di angka Rp12.300 per liter. Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau menetapkan harga sedikit lebih tinggi, yakni Rp12.900 per liter.

Di kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Batam, harga BBM cenderung lebih kompetitif. Pertamax di FTZ Batam dijual Rp11.750 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dipasarkan Rp18.450 per liter. Pola serupa juga berlaku untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi, dengan rentang harga Pertamax Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter tergantung daerah distribusi.

Pergerakan Harga Produk Non-Subsidi pada April

Meskipun harga stabil pada 1 Mei 2026, produk BBM non-subsidi sempat mengalami fluktuasi di bulan April. Pertamax Turbo misalnya, mengalami lonjakan dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter di Pulau Jawa. Pergerakan serupa juga terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, yang naik dari Rp14.200 per liter dan Rp14.500 per liter masing-masing menjadi Rp23.600 dan Rp23.900 per liter.

Tren kenaikan ini menunjukkan fluktuasi pasar yang dialami produk non-subsidi sebagai respons terhadap pergerakan harga minyak global dan kondisi ekonomi domestik. Produk-produk ini tidak mendapat subsidi pemerintah sehingga lebih sensitif terhadap perubahan biaya bahan baku.

Outlook untuk Periode Berikutnya

Dengan pertahankan harga stabil hingga 1 Mei 2026, pengguna kendaraan bermotor di Sumatera Utara dapat merencanakan anggaran bahan bakar tanpa khawatir kenaikan tarif dalam waktu dekat. Namun, kondisi pasar global dan dinamika ekonomi tetap menjadi faktor penentu untuk periode penyesuaian harga berikutnya. Konsumen disarankan tetap memantau update harga resmi melalui aplikasi MyPertamina untuk informasi terkini.

Reporter: Redaksi
Back to top