Bank Sumut Salurkan KUR BERKAH Bunga Nol Persen di Tapanuli Selatan

Penulis: Tengku Syafri  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 13:10:01 WIB
Bank Sumut salurkan KUR BERKAH bunga nol persen untuk penguatan sektor pertanian di Tapanuli Selatan.

TAPSEL — Peluncuran program pembiayaan inklusif tersebut dilakukan di tengah perhelatan Tapanuli Economic Forum 2026. Agenda ini mengintegrasikan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Skema Bunga Nol Persen untuk Penguatan Sektor Pertanian

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini tengah memacu pemulihan ekonomi melalui sektor riil, terutama pada komoditas pangan. Fokus utama terletak pada pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok yang tersebar di berbagai titik wilayah.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan bahwa keberhasilan sektor ini memerlukan kepastian pasar. Ia mendorong peran aktif BUMD dan Bank Sumut untuk bertindak sebagai penyerap hasil produksi (off-taker) agar petani mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Pemulihan ekonomi terus kami dorong melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta penguatan sektor riil seperti pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok,” ujar Gus Irawan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara memperkuat optimisme terhadap sektor ini. Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, mengungkapkan bahwa tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor pertanian di Tapsel berada di angka yang sangat rendah, yakni 0,04 persen.

Model Grameen untuk Lindungi Pelaku Usaha dari Rentenir

Bank Sumut mengadopsi pendekatan berbasis kelompok atau grameen model dalam penyaluran KUR BERKAH. Pola ini dipilih untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan pra-sejahtera sekaligus memberikan proteksi dari jeratan pinjaman tidak resmi atau rentenir yang kerap menyasar pelaku usaha mikro.

Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menjelaskan bahwa penyaluran perdana telah dilakukan secara simbolis kepada 13 nasabah yang tergabung dalam dua kelompok usaha mikro. Bank Sumut berkomitmen memposisikan diri sebagai lembaga keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat kecil.

“KUR BERKAH dirancang dengan pendekatan berbasis kelompok (grameen model) untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pra-sejahtera, sekaligus membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir,” kata Heru.

Akselerasi Digitalisasi Daerah dan Sinergi Lintas Sektor

Selain akses pembiayaan, forum ini juga menekankan pentingnya transparansi keuangan melalui digitalisasi. Implementasi QRIS Resto menjadi salah satu inovasi yang diapresiasi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah di Tapanuli Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, mengingatkan pentingnya hilirisasi pada komoditas unggulan seperti kopi dan CPO. Menurutnya, penciptaan nilai tambah di tingkat lokal akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang di wilayah Tapanuli.

Sebagai langkah konkret penguatan ekosistem dari hulu ke hilir, Bank Sumut menandatangani rangkaian kesepakatan kerja sama dengan sejumlah instansi, antara lain:

  • Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk pengelolaan keuangan daerah.
  • Perum Bulog untuk kepastian distribusi dan pasar komoditas.
  • BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan sosial pekerja sektor tani.
  • Kelompok tani lokal dalam skema penyaluran KUR khusus petani jagung.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital layanan publik sekaligus memastikan akses keuangan merata hingga ke pelosok desa di Sumatera Utara.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: radarindo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top