TAPANULI TENGAH — Perguruan Indonesia Karate-Do (Inkado) Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar ujian kenaikan kyu (sabuk) di Aula Katolik Center, Minggu (3/5/2026). Sebanyak 50 karateka kategori anak dan remaja mengikuti agenda yang menjadi momentum evaluasi total pembinaan atlet daerah ini.
Ketua KONI Tapanuli Tengah sekaligus pelatih Inkado, Thomson Pasaribu, mengakui minimnya atlet andalan merupakan tantangan besar saat ini. Ia menilai redupnya semangat generasi muda berakar dari kurangnya perhatian serta pembinaan intensif pada cabang olahraga karate.
“Minimnya atlet andalan adalah dampak kurangnya pembinaan dan perhatian belakangan ini. Hal itu membuat semangat anak-anak sebagai generasi muda pupus,” ujar Thomson di sela kegiatan ujian tersebut.
Demi memicu gairah prestasi, Inkado Tapteng mengundang Ketua Forki Tapanuli Utara Sofian Pane dan Anjusman Sihombing untuk memimpin ujian. Kehadiran tokoh karate daerah tetangga ini bertujuan merangsang motivasi siswa serta orang tua yang hadir mendampingi.
Kolaborasi ini merujuk pada kesuksesan tim Karate Wadokai Taput di bawah kepemimpinan Sofian Pane. Tim tersebut berhasil membawa Wadokai Sumatera Utara menyabet predikat juara umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wadokai.
Thomson optimistis kerja keras dan adopsi pola pembinaan yang tepat dapat melahirkan kembali atlet-atlet besar dari Tapanuli Tengah. Ia menekankan pentingnya dukungan konsisten orang tua agar para karateka tetap disiplin berlatih di perguruan.
Meski menghadapi tantangan regenerasi, sejumlah karateka binaan Inkado Tapteng terbukti mampu mengukir prestasi di tingkat regional hingga nasional. Thomson menyebut potensi atlet lokal sangat kompetitif jika dikelola secara serius.
“Para kohai sebenarnya telah banyak menorehkan prestasi di Sumatera Utara hingga juara nasional perguruan di Jakarta,” ungkapnya.
Beberapa nama yang pernah mengharumkan nama daerah di antaranya:
Melalui pelaksanaan UKT yang lebih kompetitif, KONI Tapteng menargetkan kemunculan nama-nama baru untuk mengharumkan daerah di berbagai kejuaraan mendatang. Fokus utama kini tertuju pada penguatan mental bertanding atlet sejak usia dini.