MEDAN — Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas mulai menuai hasil dari tata kelola keuangan inovatif. Metode creative financing dan digitalisasi sistem pajak dinilai efektif mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di ibu kota Sumatera Utara.
MEDAN — Inovasi tata kelola keuangan di lingkungan Pemkot Medan mulai menunjukkan dampak nyata. Kebijakan yang mengusung metode pendanaan inovatif atau creative financing ini tidak hanya memperkuat kas daerah, tetapi juga langsung dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dharmawangsa, Dr. Amri Nasution SE., M.Si, menilai langkah Wali Kota Rico Waas merombak sistem keuangan sudah tepat sasaran. Menurutnya, sistem digitalisasi yang dikembangkan pemerintah kini dapat diaplikasikan dalam pelayanan publik di Medan.
“Untuk pertumbuhan ekonomi, ini akan berpengaruh besar. Sistem digitalisasi yang sejauh ini dikembangkan pemerintah sudah mampu diaplikasikan Pemko Medan dalam sistem pelayanannya,” jelas Amri.
Salah satu terobosan yang mendapat sorotan adalah aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization). Sistem ini memungkinkan pembayaran pajak daerah dengan mekanisme split bill atau pemisahan tagihan secara real-time.
Amri menjelaskan, kebijakan inovatif ini tidak hanya mempermudah wajib pajak. Sistem ini juga berkontribusi langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami mendorong kebijakan seperti ini terus diciptakan ke depannya dalam pembangunan di Kota Medan,” kata Amri.
Ia menambahkan, tata kelola keuangan yang transparan memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh. Pelaku usaha mulai merasakan kemudahan mengakses layanan pemerintah dan sistem pembiayaan yang lebih terintegrasi.
Amri berharap penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemkot Medan menjadi pelecut semangat. Menurutnya, capaian ini harus diikuti dengan program dan inovasi kebijakan baru yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tak hanya itu, untuk pertumbuhan ekonomi khususnya sektor mikro dan menengah. Sistem ini harus terus disosialisasikan agar pelaku UMKM bisa menerapkannya dalam kegiatan usaha,” jelas Amri.
Pemkot Medan di bawah Rico Waas gencar melakukan efisiensi dan digitalisasi di sektor pajak. Langkah ini dinilai sebagai kunci menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong roda ekonomi di tengah tekanan inflasi nasional.