BP BUMN dan Danantara Dorong Skema KPR Inklusif Melalui Sinergi Lima Bank Pelat Merah

Penulis: Amrizal Halim  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 00:03:14 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria memimpin pertemuan sinergi lima bank pelat merah di Jakarta.

SUMATERA UTARA — Pemerintah melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mematangkan langkah strategis untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Fokus utama terletak pada penciptaan skema pembiayaan yang lebih inklusif melalui kolaborasi lintas bank pelat merah agar mampu menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini sulit mengakses kredit komersial.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan pentingnya sinergi sektor keuangan dalam menyediakan hunian layak saat bertemu pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan ini melibatkan direksi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), serta PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS).

Pengembangan Skema Kredit Adaptif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut mencakup pengembangan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan profil risiko masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). BP BUMN mendorong perbankan untuk tidak hanya mengandalkan instrumen konvensional, tetapi juga menciptakan inovasi produk yang mampu menjawab kebutuhan kawasan permukiman terintegrasi.

Dony Oskaria menjelaskan bahwa penguatan sinergi antar-BUMN sektor keuangan bertujuan mendorong akses pembiayaan perumahan rakyat yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah ini mencakup peningkatan akses terhadap hunian layak serta dukungan terhadap pembangunan kawasan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

"Sinergi antar BUMN harus mampu menghadirkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan inklusif sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh hunian yang layak," ujar Dony Oskaria dalam keterangan tertulisnya.

Integrasi Danantara dalam Memperkuat Ekosistem Pembiayaan Nasional

Keterlibatan Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menandakan adanya integrasi investasi strategis dalam program perumahan ini. Danantara diposisikan sebagai motor penggerak untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional melalui kolaborasi modal dan aset negara.

Melalui kolaborasi ini, BP BUMN bersama Danantara berupaya menghadirkan hunian yang aman, berkualitas, dan tetap terjangkau. Fokusnya adalah memastikan bahwa setiap investasi yang disalurkan melalui bank-bank Himbara memiliki dampak sosial yang terukur, terutama dalam mengurangi angka backlog perumahan di Indonesia.

Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan solusi pembiayaan yang menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Penguatan sektor perumahan tidak hanya dilihat sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial melalui aset properti.

Multiplier Effect Sektor Properti Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah memproyeksikan bahwa percepatan program perumahan akan memicu dampak ekonomi yang luas. Sektor properti dikenal memiliki rantai pasok yang panjang, mulai dari industri bahan bangunan hingga penyerapan tenaga kerja lokal di lokasi proyek pembangunan permukiman.

"Penguatan sektor perumahan juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan sektor properti dan industri pendukungnya," tambah Dony. Optimalisasi peran Himbara dalam penyaluran kredit perumahan diharapkan menjadi stimulus bagi industri manufaktur dan jasa yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur sipil.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam mendukung pembangunan kawasan permukiman yang inklusif dan produktif. Dengan skema pembiayaan yang lebih murah dan terjangkau, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat seiring dengan kepemilikan aset hunian yang stabil.

Siapa saja bank yang terlibat dalam program pembiayaan rumah murah ini?

Program ini melibatkan seluruh anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BTN, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Apa tujuan utama dari pertemuan BP BUMN dengan Himbara tersebut?

Tujuannya adalah membahas penguatan sinergi untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif, mengembangkan skema kredit yang adaptif, dan mendukung penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagaimana dampak kebijakan ini terhadap ekonomi secara umum?

Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak ekonomi luas melalui penguatan sektor properti dan industri pendukungnya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan hunian yang terjangkau.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top