Rektor UIN Sumut dan 12 Tokoh Agama Kunjungi Xinjiang, Pelajari Pusat Komunitas Muslim Terbesar di Tiongkok

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:18:01 WIB
Rektor UIN Sumut dan 12 tokoh agama kunjungi Xinjiang untuk mempelajari pusat komunitas Muslim terbesar di Tiongkok.

MEDAN — Sebanyak 12 tokoh agama, akademisi, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari tiga provinsi di Sumatra melakukan kunjungan persahabatan ke Xinjiang dan Beijing, Tiongkok. Delegasi dipimpin Rektor UIN Sumatera Utara Medan Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag dan berlangsung pada 10-18 Mei 2026.

Kunjungan ini merupakan undangan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok melalui Konsul Jenderal di Medan Huang He dan Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin. Tujuan utamanya mempererat hubungan persahabatan serta memperkuat dialog budaya dan keagamaan.

Xinjiang: Pusat Peradaban Islam di Asia Tengah

Prof. Nurhayati menilai Xinjiang memiliki makna penting karena lebih dari separuh penduduknya beragama Islam. Mayoritas berasal dari etnis Uyghur yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tengah dan Tiongkok bagian barat.

“Xinjiang memperlihatkan karakter peradaban Islam yang sangat khas. Nuansa keislaman tampak kuat dalam kehidupan masyarakat, mulai dari budaya, tradisi, kuliner halal, hingga arsitektur bangunan-bangunan megah yang dihiasi ornamen kaligrafi Arab,” ujar Prof. Nurhayati.

Masjid Erdaoqiao di Urumqi menjadi salah satu destinasi utama. Masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan tertua di Tiongkok serta menjadi pusat aktivitas keagamaan dan budaya masyarakat Uyghur.

Fasilitas Publik Beraksara Arab di Bandara Urumqi

Identitas Islam di Xinjiang juga terlihat di fasilitas publik. Di Bandara Internasional Urumqi Diwopu, papan informasi dan rambu petunjuk selain menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris juga dilengkapi aksara Arab.

Rombongan mengunjungi Pasar Internasional Grand Bazaar Urumqi yang menjadi pusat perdagangan dan budaya masyarakat Muslim setempat. Mereka juga melakukan kunjungan resmi ke Xinjiang Islamic Institute, lembaga pendidikan Islam terkemuka di wilayah tersebut.

Dialog dengan Pimpinan Xinjiang Islamic Institute

Delegasi berdialog langsung dengan President of Xinjiang Islamic Institute, Muhatiremu, beserta jajaran pimpinan kampus. Pertemuan membahas perkembangan institusi pendidikan Islam terbesar di Urumqi serta kontribusinya dalam mendukung kemajuan masyarakat Tiongkok.

“Kunjungan ini memberi manfaat penting bagi pengembangan perguruan tinggi Islam, khususnya UIN Sumatera Utara Medan, dalam memperluas wawasan internasional dan memperkuat jejaring akademik,” kata Prof. Nurhayati.

Kashgar: Kota Bersejarah di Jalur Sutra

Perjalanan dilanjutkan ke Kashgar, kota bersejarah di Jalur Sutra yang dikenal sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tengah. Delegasi mengunjungi Masjid Id Kah, kawasan kerajinan tangan Xiangfei Garden, serta kawasan perdagangan Kashgar Comprehensive Bonded Zone.

Selain Prof. Nurhayati, dari UIN Sumatera Utara turut hadir Kepala Biro AUPK UINSU Medan Dr. H. Ibnu Sa’dan. Delegasi juga diikuti unsur Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, di antaranya Ketua MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut Prof. Dr. Agussani, Wakil Ketua Umum MUI Sumut Prof. Dr. H.M. Jamil, serta Ketua MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum.

Agenda di Beijing: Museum hingga Tembok Besar

Pada 15 Mei, delegasi melanjutkan agenda di Beijing. Mereka menghadiri pertunjukan seni budaya di Lao She Teahouse serta mengunjungi Museum of the Communist Party of China, Summer Palace, Kota Terlarang (Forbidden City), dan Tembok Besar Mutianyu.

Kunjungan ini diharapkan menjadi jembatan penguatan hubungan persahabatan dan kerja sama di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: mimbarumum.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top