Warga Medan Dapil I Keluhkan Banjir dan Drainase Rusak ke DPRD, Bansos Dinilai Belum Merata

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 14:01:59 WIB
Warga Medan Dapil I menyampaikan keluhan banjir dan drainase rusak kepada DPRD Kota Medan.

MEDAN — Persoalan banjir dan drainase rusak mendominasi laporan hasil reses anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I. Keluhan itu disampaikan langsung oleh warga dari Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, dan Medan Petisah.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, didampingi Wakil Ketua Zulkarnaen dan Rajudin Sagala. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap turut hadir dalam agenda tersebut.

Drainase Tersumbat dan Genangan di Jalan Sejahtera

Robi Barus, yang mewakili anggota DPRD Dapil I, menyebutkan keluhan terbesar warga masih berkutat pada infrastruktur dasar. “Keluhan masyarakat paling banyak terkait banjir dan drainase yang hingga kini belum tertangani secara maksimal,” ujarnya dalam sidang.

Warga di Jalan Sejahtera, Medan Petisah, melaporkan drainase tersumbat yang memicu genangan air, bau tak sedap, dan perkembangbiakan nyamuk. Kondisi serupa juga dikeluhkan warga di Jalan Gaperta, Jalan Bunga Cempaka, Jalan KL Yos Sudarso, Jalan Putri Hijau, hingga bantaran Sungai Deli.

Normalisasi Sungai dan Rehabilitasi Drainase Diminta Jadi Prioritas

Dalam laporan itu, masyarakat meminta normalisasi sungai dan parit, rehabilitasi drainase, serta pengaspalan jalan lingkungan. Warga juga mendesak pembangunan bronjong penahan longsor di kawasan rawan banjir. “Normalisasi sungai dan perbaikan drainase harus menjadi prioritas untuk mengurangi banjir di permukiman warga,” kata Robi.

Selain infrastruktur, pengelolaan sampah yang belum maksimal turut disorot. Warga menilai tumpukan sampah di sejumlah titik memicu penyumbatan saluran air dan memperparah genangan saat hujan deras.

Hasil Reses Jadi Pokok Pikiran untuk Program Pembangunan 2027

Robi menjelaskan, seluruh aspirasi yang terkumpul akan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD. Dokumen itu bakal diteruskan ke Bappeda Kota Medan sebagai bahan penyusunan program pembangunan tahun 2027. Reses, menurut dia, menjadi sarana bagi anggota dewan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Warga Dapil I berharap keluhan yang sudah disampaikan tidak hanya berhenti di meja rapat, tetapi segera ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: teritorial24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top