Air Mata Cristiano Ronaldo Pecah usai Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Momen Emosional di Riyadh

Penulis: Said Fauzi  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 06:55:01 WIB
Cristiano Ronaldo meneteskan air mata usai membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi.

SUMATERA UTARA — Ronaldo, yang bergabung dengan Al Nassr pada pertengahan musim 2022/2023, harus menunggu 3,5 musim untuk akhirnya merasakan trofi liga di Arab Saudi. Kemenangan atas Damac mengunci koleksi poin Al Nassr menjadi 85, unggul dua angka dari Al Hilal di posisi kedua.

Gol Bebas yang Memicu Ledakan Emosi

Laga berjalan tegang saat Damac menyamakan kedudukan di menit ke-58. Al Nassr, yang tak pernah tertinggal, mulai tertekan. Ronaldo lalu mengambil alih situasi.

Tendangan bebasnya di menit ke-63 membawa Al Nassr unggul 3-1. Saat merayakan gol, Ronaldo berteriak dengan mata berkaca-kaca. Rekan-rekannya langsung mengerubungi. Video momen itu kemudian viral di media sosial.

Air Mata di Lapangan dan Ciuman untuk Logo Klub

Ronaldo mencetak gol keduanya di menit ke-81, memperbesar keunggulan jadi 4-1. Dua menit berselang, ia ditarik keluar. Saat berjalan meninggalkan lapangan, Ronaldo menyeka air mata yang jatuh di pipinya. Ia juga sempat mencium logo Al Nassr di seragamnya.

Bagi pemain berusia 40 tahun itu, gelar ini punya makna khusus. Setelah meninggalkan Eropa, banyak yang meragukan kemampuannya bersaing di level tertinggi. Kini, dengan trofi liga di tangan, Ronaldo membungkam kritik.

Perjalanan 3,5 Musim Menuju Gelar Pertama

Ronaldo pertama kali mendarat di Al Nassr pada Januari 2023. Musim pertamanya hanya membawa runner-up. Musim lalu, Al Nassr kembali gagal di puncak. Baru musim ini, dengan konsistensi di laga-laga krusial, tim asuhan Stefano Pioli akhirnya memastikan gelar.

Kemenangan atas Damac menjadi penutup manis. Al Nassr finis dengan 85 poin, sementara Al Hilal harus puas di posisi kedua dengan 83 poin. Selisih dua angka itu cukup untuk membuat Ronaldo dan rekan-rekannya merayakan di lapangan Riyadh.

Momen tangis haru Ronaldo bukan sekadar euforia juara. Ini adalah akumulasi perjuangan panjang, keraguan, dan tekad yang akhirnya terbayar. Di usia yang tak lagi muda, Ronaldo membuktikan bahwa insting golnya tetap tajam—dan emosinya, setajam dulu.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top