Kebocoran Gas Metana dari Septic Tank Diduga Picu 11 Kali Kebakaran Rumah di Sleman, Polisi Turun Tangan

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 12:23:01 WIB
Tim Gegana Polda DIY melakukan olah TKP kebakaran yang diduga akibat kebocoran gas metana di Sleman.

SUMATERA UTARA — Kebakaran yang menghanguskan sejumlah perabot dan merembet ke kusen pintu itu pertama kali terjadi sekitar pukul 12 malam. Pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan api pertama kali muncul dari kain sebelum menjalar ke bagian lain rumah.

Tim Gegana Temukan Kebocoran Gas Metana

Tim Inafis Polresta Sleman bersama Tim Gegana Polda DIY melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan menunjukkan kebocoran gas metana terjadi karena saluran pembuangan gas pada septic tank tidak memenuhi standar keamanan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," kata Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, Minggu (24/5).

Limbah Potongan Ayam Percepat Produksi Gas Berbahaya

Spesialis Air Limbah, Sanitasi dan Lingkungan dari PT Kolaborasi Delapan Cemerlang (KodeC), Endro Adinugroho, menjelaskan bahwa septic tank yang digunakan untuk membuang limbah selain kotoran manusia meningkatkan risiko secara signifikan. Dalam kasus ini, limbah potongan ayam disebut sebagai faktor pemicu utama.

"Di septic tank itu ada proses anaerobik. Nah, limbah potongan hewan itu proses terbentuk gas metananya beberapa kali lipat lebih kuat dibandingkan dari kotoran manusia. Jadi itu bisa memungkinkan terjadi kebakaran itu karena gas metananya terbentuk menjadi besar," ujar Endro kepada detikProperti, Senin (25/5/2026).

Endro menambahkan, akumulasi gas metana yang berlebih pada septic tank dapat memicu ledakan atau kebakaran jika ada sumber api. Risiko ini semakin besar jika posisi septic tank berada di dalam rumah dan tidak memiliki lubang hawa atau pipa pembuangan yang kedap.

Empat Langkah Pencegahan agar Septic Tank Tak Jadi Bom Waktu

Spesialis Konstruksi dan Sanitasi dari PT KodeC, Adri Ruslan, menekankan bahwa kebocoran gas bisa dicegah dengan instalasi dan perawatan yang benar. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan:

  • Instalasi sesuai SNI: Septic tank harus kedap dan terpasang dengan benar, mulai dari komponen, pemasangan, hingga ukuran yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
  • Letakkan di luar rumah: Jarak ideal septic tank dari bangunan adalah 1,5 meter menurut SNI untuk mencegah gas terperangkap di dalam rumah.
  • Rutin sedot setiap tiga tahun: Penyedotan secara berkala mencegah akumulasi gas metana yang berlebihan di dalam tangki.
  • Hanya untuk kotoran manusia: Jangan membuang apapun selain kotoran manusia ke kloset, termasuk limbah daging atau potongan hewan yang mempercepat produksi gas metana.

Peristiwa di Sleman ini menjadi pengingat bahwa septic tank yang dianggap sepele bisa menjadi sumber bahaya serius jika tidak dikelola dengan benar. Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada kelalaian konstruksi yang lebih luas.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top