Rupiah Dekati Rp17.900 per Dolar AS Pagi Ini, Analis Sebut Sentimen Perang AS-Iran Jadi Pemicu Pelemahan

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 09:38:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp17.855 per dolar AS di awal perdagangan hari ini.

JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal perdagangan hari ini. Mata uang Garuda dibuka di posisi Rp17.855 per dolar AS, melemah signifikan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah Ikuti Tren Pelemahan Mata Uang Asia

Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Yuan China terkoreksi 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dan yen Jepang melemah 0,04 persen. Hanya dolar Hong Kong yang mencatatkan penguatan tipis 0,03 persen.

Di pasar negara maju, tekanan juga terlihat. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen terhadap dolar AS.

Analis: Serangan AS ke Iran Perumit Prospek Perdamaian

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah kali ini tidak terlepas dari faktor eksternal yang dominan. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," jelasnya kepada CNNIndonesia.com.

Sentimen perang ini mendorong investor global beralih ke aset safe haven, terutama dolar AS, sehingga tekanan jual terhadap mata uang emerging market seperti rupiah semakin besar.

Rentang Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Level Rp17.900 menjadi resistance terdekat yang patut diwaspadai.

Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah kembali mendekati level terlemahnya yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih menjadi variabel utama pelemahan rupiah saat ini.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top