PEMATANGSIANTAR — Tiga anak usia dini dan siswa sekolah dasar asal Kota Pematangsiantar membawa pulang gelar juara di ajang lomba bercerita (storytelling) dan mewarnai tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumut, dengan kategori perlombaan yang disesuaikan untuk anak PAUD dan siswa SD kelas 1 hingga 3.
Ajang yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara ini mempertandingkan dua kategori utama. Pertama, lomba storytelling yang menguji kemampuan anak dalam bercerita menggunakan bahasa Inggris secara ekspresif. Kedua, lomba mewarnai yang menilai kreativitas dan kerapian anak dalam mengolah gambar.
Ketiga peserta dari Pematangsiantar berhasil unggul di kedua kategori tersebut. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pematangsiantar yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Sumatera Utara.
Informasi yang dihimpun dari panitia penyelenggara menyebutkan bahwa para pemenang berasal dari beberapa lembaga pendidikan di Kota Pematangsiantar. Mereka telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kota sebelum akhirnya mewakili daerahnya di tingkat provinsi.
Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar belum merilis secara resmi nama-nama lengkap para juara beserta asal sekolahnya. Data tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat melalui kanal resmi pemerintah kota.
Pencapaian tiga peserta ini dinilai sebagai indikator positif terhadap kualitas pendidikan anak usia dini di Pematangsiantar. Kepala Dinas Pendidikan setempat melalui keterangan tidak langsung menyampaikan apresiasi atas kerja keras para siswa dan guru pendamping.
"Ini adalah hasil dari pembinaan yang konsisten di tingkat sekolah dan dukungan orang tua. Kami berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan minatnya," ujar salah satu perwakilan dinas dalam rilis yang diterima media.
Kompetisi seperti ini dianggap penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi anak sejak dini. Terlebih, lomba storytelling berbahasa Inggris juga menjadi bekal bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan global di masa depan.
Sebelum berlaga di tingkat provinsi, para peserta terlebih dahulu melalui proses seleksi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. Proses ini melibatkan guru-guru berpengalaman dari berbagai sekolah yang bertindak sebagai juri.
Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat kecamatan hingga akhirnya terpilih tiga peserta terbaik yang dinilai paling siap bersaing di tingkat Sumatera Utara. Proses pembinaan intensif pun diberikan kepada para finalis sebelum keberangkatan.
Prestasi ini sekaligus menjadi modal bagi Pematangsiantar untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi siswa dari kota ini yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.