SUMATERA UTARA — Angka itu mengonfirmasi bahwa minat terhadap kendaraan listrik di kalangan anak muda memang tinggi di media sosial, tapi belum berbanding lurus dengan keputusan transaksi. Polling yang dilakukan Kumparan itu membagi responden ke dalam empat kategori sikap terhadap subsidi Rp5 juta.
Sebanyak 21,05 persen menilai subsidi cukup membantu tetapi masih perlu mempertimbangkan banyak hal. Kelompok terbesar, 29,55 persen, menganggap nilai subsidi masih kurang. Sementara 34,01 persen memilih tetap menggunakan motor bensin. Jika dua kelompok pertama digabung—yang "masih mikir-mikir" dan yang "subsidi kurang"—angkanya mencapai 50,6 persen.
Bukan Soal Harga Saja, Tapi Rasa Aman
Kelompok setengah hati ini yang menjadi perhatian pelaku industri. Dalam teori adopsi teknologi, mereka adalah calon pengguna potensial yang belum mendapatkan kepastian cukup untuk beralih. Pertanyaan yang mengganjal berkisar pada umur baterai, biaya penggantian komponen utama, layanan purna jual, dan kemudahan servis jika terjadi kerusakan.
Indonesia memiliki lebih dari 130 juta unit sepeda motor yang beroperasi, dengan tambahan sekitar enam juta unit setiap tahun. Motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan tulang punggung mobilitas keluarga dan aktivitas ekonomi. Karena itu, konsumen cenderung sangat hati-hati sebelum meninggalkan teknologi yang sudah terbukti andal.
Penjualan 2024 Naik 447 Persen, Tapi Basis Masih Kecil
Meski keraguan konsumen masih tinggi, data industri menunjukkan tren positif. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mencatat penjualan motor listrik nasional mencapai 63.146 unit sepanjang 2024. Angka itu melonjak 447 persen dibandingkan 11.532 unit pada 2023. Pertumbuhan ini terjadi saat harga mulai lebih kompetitif dan dukungan kebijakan tersedia.
Aktivitas pasar juga terlihat dari data penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) motor listrik. Pada Januari 2026 tercatat 3.565 unit dan Februari 2026 sebanyak 3.066 unit. Sebagai perbandingan, periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 2.103 unit dan 2.158 unit. Produsen masih melihat peluang besar di pasar ini.
Dari Gaya Hidup Digital ke Keputusan Dompet
Generasi muda memang lebih cepat menerima teknologi baru dan terbiasa membandingkan produk secara digital. Motor listrik menawarkan biaya energi per kilometer yang lebih rendah dan perawatan lebih sederhana karena jumlah komponen bergerak yang sedikit. Namun, keunggulan teknis itu belum cukup mengalahkan kekhawatiran konsumen Indonesia yang mengutamakan keandalan jangka panjang.
Selama pertanyaan seputar baterai, servis, dan biaya perbaikan belum terjawab dengan meyakinkan, minat yang tinggi di media sosial belum akan berubah menjadi transaksi nyata. Subsidi Rp5 juta membantu, tapi jelas belum menjadi game changer.