SUMATERA UTARA — Manajemen Pelindo Regional 2 Panjang menyebut kegiatan penanaman pohon ini bukan seremoni belaka. General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan bahwa perusahaan tengah membangun sistem yang memungkinkan pengukuran kapasitas serapan karbon secara akurat dari setiap pohon yang ditanam.
"Dengan menanam 250 bibit pohon dalam Program Greenbelting, kami tidak hanya menciptakan ruang hijau di area pelabuhan, tetapi juga membangun sistem yang mendukung pemantauan terukur dan penghitungan daya serap karbon. Ini adalah kontribusi nyata untuk agenda dekarbonisasi dan mewujudkan pelabuhan yang lebih hijau serta berkelanjutan," ujar Hardianto dalam keterangan resmi, kemarin.
Bukan Sekadar Penghijauan Biasa
Program Greenbelting di Pelindo Regional 2 Panjang memiliki pendekatan berbeda dari program tanam pohon pada umumnya. Area tanam tidak dipilih asal-asalan; bibit pohon ditempatkan di titik-titik strategis dalam kawasan pelabuhan yang berpotensi dikembangkan menjadi area hijau terintegrasi.
Dengan perencanaan kawasan yang terpadu, perusahaan dapat mengukur kontribusi vegetasi dalam menyerap emisi karbon secara lebih presisi. Langkah ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional yang dicanangkan pemerintah.
Selain menyerap karbon, keberadaan vegetasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, mengurangi efek panas di area operasional, serta menambah keanekaragaman hayati di sekitar pelabuhan.
Merambah 8 Cabang Lain
Pelindo Regional 2 Panjang berencana melanjutkan berbagai inisiatif keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan efisiensi energi. Program ini juga dijalankan secara serempak oleh delapan cabang lain di wilayah Regional 2, yakni Banten, Bengkulu, Cirebon, Pangkal Balam, Pontianak, Sunda Kelapa, Tanjung Pandan, dan Tanjung Priok.
Melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, perseroan ingin menciptakan ekosistem pelabuhan yang tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap target pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor kepelabuhanan Indonesia.