SUMATERA UTARA — Kinerja finansial yang impresif ini tidak lepas dari pendapatan usaha yang menyentuh Rp20,71 triliun. Manajemen menyebut efisiensi di berbagai lini dan pengelolaan proyek strategis di seluruh entitas menjadi motor utama pertumbuhan. Total nilai kontrak yang dikelola sepanjang 2025 bahkan mencapai Rp113,85 triliun, menunjukkan pundi-pundi pesanan yang masih tebal untuk tahun-tahun mendatang.
Dari total kontrak tersebut, Rp94,78 triliun merupakan kontrak carry over dari tahun sebelumnya. Sementara itu, kontrak baru yang diraih sepanjang tahun berjalan menyumbang Rp19,07 triliun. Basis proyek yang kuat ini menjadi jaminan keberlangsungan operasional perusahaan ke depan.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero) selaku holding DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan capaian ini adalah fondasi vital bagi perusahaan. Menurutnya, keberhasilan itu buah dari transformasi bisnis yang konsisten dan sinergi ekosistem industri pertahanan nasional. "Seluruh elemen perusahaan berkomitmen penuh dalam mendorong kemandirian teknologi dalam negeri," ujarnya.
Kesehatan keuangan holding juga terlihat dari struktur aset dan ekuitas yang terus menguat. Penguatan kapasitas usaha ini memungkinkan DEFEND ID membiayai ekspansi dan operasionalnya secara lebih leluasa. Peringkat BBB+ yang disandang perusahaan menandakan prospek bisnis yang cerah dan berkelanjutan.
Dari sisi sumber daya manusia, DEFEND ID didukung 11.022 karyawan. Lebih dari 60 persen personelnya berkonsentrasi di bidang produksi dan teknik (engineering). Komposisi tenaga ahli yang dominan ini menjadi modal utama dalam penguasaan teknologi dan pengembangan industri pertahanan di Indonesia.
Dengan lonjakan laba dan kontrak raksasa yang sudah di tangan, DEFEND ID kini berada di posisi yang lebih kokoh untuk menjalankan proyek-proyek strategis negara. Fokus manajemen ke depan adalah penyelesaian proyek tepat waktu demi menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.