MEDAN — Langkah kaki ratusan peserta didik dari Mandailing Natal, Nias, Tanjung Balai, hingga Kota Medan menggema di area Kampus Sutomo UINSU sejak pagi. Mereka datang dengan pendamping guru, membawa semangat bersaing di ajang Madrasah Science Olympiad (MSO) 2026 yang digelar langsung oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bekerja sama dengan DIGNITI dan Kanwil Kemenag Sumut.
Pantauan di lokasi, kompetisi berlangsung secara digital. Para siswa mengerjakan soal Matematika, IPAS, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, hingga Ekonomi menggunakan perangkat yang telah disediakan panitia. Suasana tegang namun antusias terlihat jelas di setiap sudut ruang ujian.
Direktur DIGNITI, M. Donny Damara, menegaskan bahwa MSO 2026 dirancang sebagai wadah inklusif. "Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk bertarung dan menguji kemampuan diri sebelum menghadapi kompetisi resmi negara seperti OSN maupun KSM yang kuotanya sering kali terbatas di tingkat sekolah," ujarnya dalam sambutan.
Donny menekankan pentingnya ajang ini sebagai pemantik semangat belajar. Menurutnya, prestasi adalah nilai jual utama lembaga pendidikan. Ia pun berpesan kepada peserta agar tidak takut gagal. "Setiap proses jatuh bangun dalam kompetisi adalah bekal mental yang berharga untuk membentuk mereka sebagai pemimpin masa depan, dekan, bahkan menteri di tahun Indonesia Emas 2045 kelak," kata Donny.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UINSU Medan, Dr. Zulham, yang mewakili Rektor Prof. Dr. Nurhayati, membakar motivasi para siswa dengan cerita transformasi teknologi. "Mulai dari zaman purba hingga era digital Android, pengiriman pesan dan informasi bisa dilakukan dalam hitungan detik," ujarnya penuh semangat di hadapan peserta.
Dr. Zulham memimpin yel-yel madrasah yang menggema di aula. Ia juga memperkenalkan tujuh program studi unggulan FST UINSU—Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Matematika, Biologi, Fisika, dan Data Science—sebagai destinasi akademik bagi para jawara sains.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut yang diwakili Ketua Tim Kesiswaan, Dr. Nur Syamsiah, secara resmi membuka kompetisi. Dalam arahannya, ia memberikan apresiasi khusus kepada para guru pembimbing. "Mereka yang rela menyeberang dari berbagai pelosok daerah, mendampingi anak didiknya hingga ke sini. Ini perjuangan yang luar biasa," ucap Dr. Nur Syamsiah.
Kompetisi MSO 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh. Panitia menyiapkan sertifikat dan penghargaan bagi para pemenang di setiap jenjang. Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi siswa-siswi Sumut untuk bersinar di tingkat nasional.