MEDAN — Prosesi adat menyambut kedatangan Menteri Wihaji di Bandara Kualanamu berlangsung singkat namun sarat makna. Wagub Surya, didampingi Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, langsung menyematkan kain ulos kepada Menteri Wihaji dan istri, Uni Kuslantasi. Ulos merupakan simbol kehormatan bagi tamu di Tanah Batak.
Kunjungan kerja Menteri Wihaji ke Sumatera Utara dan Aceh ini difokuskan untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Program ini menjadi fondasi utama untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera di daerah.
Wagub Surya menyampaikan apresiasi atas perhatian BKKBN pusat terhadap pembangunan keluarga di Sumut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya harus terus diperkuat untuk mendukung pengendalian penduduk dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung percepatan pembangunan keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujar Surya dalam sambutannya.
Dalam agenda di Sumatera Utara, Menteri Wihaji dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Dairi untuk menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran pendamping keluarga dalam menekan angka stunting di daerah.
Setelah dari Sumatera Utara, Menteri Wihaji melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara. Di Kutacane, ia dijadwalkan meninjau langsung lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) 1 dan KRS 2 yang menjadi sasaran program bantuan bedah rumah.
Menteri Wihaji juga akan meninjau pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita melalui posyandu. Agenda lainnya adalah menghadiri Temu Akbar Kader TPK serta pengukuhan Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Tenggara sebagai Ayah dan Bunda GenRe.