Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta BNNP Intervensi Terpusat Berantas Narkoba, Angka Pengguna Capai 1,5 Juta Jiwa

Penulis: Wan Rizal  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:04:23 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution minta intervensi terpusat untuk memberantas narkoba di wilayahnya.

MEDAN — Bobby Nasution mengaku khawatir terhadap masa depan generasi muda di Sumut. Menurutnya, narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya makin terjangkau dan telah menyasar usia muda.

"Pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat," ucap Bobby usai menerima Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Angka Pengguna Tembus 1,5 Juta Jiwa, Didominasi Usia Produktif

Tatar Nugroho mengungkapkan bahwa dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa.

Ia menjelaskan, pada 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi usia produktif 15 hingga 45 tahun. "Tapi kini trennya mulai merambah anak-anak usia sekolah," paparnya.

Data Kepolisian Daerah Sumut menunjukkan, sebanyak 1,6 ton narkotika jenis sabu-sabu diamankan di wilayah hukumnya sepanjang 2025. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 0,4 ton dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,2 ton sabu-sabu.

Faktor Geografis: Sumut Jadi Jalur Utama dan Pintu Masuk Penyelundupan

Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi beberapa faktor. Tatar menjelaskan, kondisi geografis Sumut menjadi jalur utama masuknya narkoba. Wilayah Sumut juga diapit sejumlah titik rawan di bagian selatan yang menjadi pintu masuk penyelundupan.

Gubernur menegaskan, pemberantasan narkoba akan difokuskan pada beberapa daerah yang menjadi titik masuk utama dan pusat peredaran narkoba. Pemprov Sumut menyatakan siap mendukung sisi anggaran agar penanganan dilakukan secara serius dan tuntas.

Pemprov Siap Bantu Anggaran, Minta Program Konkret dari BNNP

Bobby mengakui masih terdapat kendala di tingkat provinsi, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus penanganan narkoba masif. Atas keterbatasan anggaran yang dihadapi BNNP Sumut, Gubernur menyatakan komitmen Pemprov untuk membantu.

"Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba," tegas Bobby.

Langkah Konkret: Perbanyak Kegiatan Masyarakat dan Edukasi Bahaya Narkoba

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Sumut mengambil langkah konkret dengan memperbanyak kegiatan masyarakat dan program-program positif di daerah rawan narkoba. Selain itu, Pemprov juga memperkuat edukasi dengan mendorong setiap kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan menyisipkan pesan bahaya narkoba.

Tatar Nugroho mengapresiasi sambutan Gubernur. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihaknya tetap fokus menekan peredaran narkoba di pintu-pintu masuk utama serta wilayah pedesaan.

"Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur. Kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa," kata Tatar.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top