SUMATERA UTARA — Pencari beasiswa yang ingin melanjutkan studi magister ke luar negeri kini punya opsi baru. LPDP membuka tiga program co-funding yang menggabungkan pendanaan dari negara dan mandiri. Skema ini berbeda dari beasiswa reguler yang menanggung seluruh biaya.
Dalam mekanisme co-funding, pembayaran dibagi antara LPDP dan awardee. Misalnya, LPDP menanggung biaya pendidikan sementara peserta membayar tunjangan hidup, atau sebaliknya. Keputusan ini memberikan fleksibilitas bagi pendaftar dengan kemampuan finansial tertentu.
LPDP menyediakan tiga pilihan program studi yang tersebar di tiga benua. Masing-masing memiliki durasi, lokasi kuliah, dan kewajiban pasca-lulus yang berbeda.
Pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei hingga 31 Juni 2026. Pelamar wajib mencatat linimasa seleksi yang telah ditetapkan LPDP agar tidak terlewat.
Informasi lebih lanjut mengenai tahapan administrasi, tes, dan wawancara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @lpdp_ri. Pastikan memantau kanal resmi LPDP untuk update terbaru.
Karena skema co-funding melibatkan pembagian biaya, calon pendaftar perlu menghitung kemampuan finansial pribadi. Siapkan dokumen akademik dan bukti kemampuan bahasa asing lebih awal. Persaingan yang lebih longgar bukan berarti tanpa seleksi ketat.
Bagi yang berminat, segera lengkapi persyaratan dan daftar sebelum tenggat 31 Juni 2026. Kesempatan ini bisa menjadi jalan untuk meraih gelar magister dari universitas kelas dunia.