Reses Legislator Golkar Aswin Parinduri di Tabagsel: Kelangkaan Pupuk dan Jalan Rusak Jadi Keluhan Utama Warga

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:43:22 WIB
Legislator Golkar Aswin Parinduri menerima keluhan warga Tabagsel terkait kelangkaan pupuk subsidi.

PADANGSIDIMPUAN — Musim tanam tahun ini menjadi tantangan bagi petani di Tabagsel. Pasokan pupuk subsidi yang sebelumnya mulai stabil kembali langka setelah bencana melanda pabrik pupuk Iskandar Muda. Dampaknya, distribusi harus didatangkan dari luar Sumatera, termasuk Pulau Jawa, sehingga pasokan belum sepenuhnya pulih.

Dampak Gangguan Pabrik Pupuk Iskandar Muda

"Kondisi saat ini memang berbeda. Sebelumnya masyarakat hampir tidak lagi mengeluhkan persoalan pupuk. Namun setelah terjadinya gangguan produksi akibat bencana tersebut, kelangkaan pupuk kembali dirasakan petani pada musim tanam tahun ini," kata Aswin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).

Politisi Golkar dari daerah pemilihan Sumut VII ini menjelaskan, Sumatera Utara selama ini sangat bergantung pada pasokan dalam negeri yang bahkan sempat surplus ekspor. Namun pasca gangguan, sebagian besar pasokan terpaksa didatangkan dari luar pulau. Pupuk nonsubsidi memang tersedia di pasaran, namun harganya dinilai terlalu tinggi bagi petani kecil.

Jalan Provinsi di Tabagsel: Banyak yang Rusak Berat

Selain pupuk, Aswin juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil reses di berbagai wilayah, masyarakat banyak mengeluhkan jalan provinsi yang rusak, bahkan sebagian masuk kategori rusak berat.

"Kalau kita lihat secara keseluruhan, tingkat kemantapan jalan di sejumlah wilayah Tabagsel masih jauh dari harapan. Banyak ruas jalan yang kondisinya rusak berat, terlebih setelah diterjang bencana alam dalam beberapa tahun terakhir," tuturnya.

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain jalur Simpang Tandosan menuju Tolang, kawasan Jembatan Merah Simpang Gambir, hingga sejumlah akses penghubung antarwilayah yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Ketimpangan pembangunan terlihat jelas: di satu sisi ada ruas yang mulus, di sisi lain wilayah padat penduduk harus bertahun-tahun menghadapi jalan rusak.

Penyebab Kerusakan: Bencana Alam dan Truk ODOL

Aswin mencontohkan sejumlah jalur strategis yang menghubungkan kawasan Sipirok, Simpang Tandosan, hingga wilayah perbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Ia mendesak adanya pemerataan pembangunan, terutama untuk ruas yang menjadi akses utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan persoalan kendaraan angkutan barang yang melebihi kapasitas atau over dimension over loading (ODOL). Menurutnya, praktik ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan di berbagai daerah. Pengawasan harus diperketat agar anggaran perbaikan tidak sia-sia.

"Harapan masyarakat sederhana, yakni tersedianya pupuk saat musim tanam dan jalan yang layak untuk dilalui. Dua hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat," pungkas Aswin.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: mimbarumum.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top