Kimia Farma Resmi Lepas dari Holding Bio Farma pada 2026, Fokus ke Manufaktur Obat

Penulis: Said Fauzi  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:36:01 WIB
Kimia Farma resmi berpisah dari holding Bio Farma pada 2026 untuk fokus pada manufaktur obat.

SUMATERA UTARA — Rencana pemisahan ini bukan sekadar wacana. Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa, mengonfirmasi bahwa manajemen hanya mengikuti arahan dari otoritas terkait. "Kami adalah objek dari kebijakan besar yang dijalankan pemerintah dan Bio Farma," ujarnya. Hingga kini, belum ada kepastian apakah proses transisi akan tuntas tahun ini atau baru terealisasi tahun depan.

Pembagian Peran: Bio Farma Fokus Vaksin, Kimia Farma Garap Obat

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan alasan di balik pemisahan ini. Menurutnya, setiap perusahaan memiliki model bisnis dan spesialisasi yang sangat berbeda. Dalam struktur baru farmasi nasional, Bio Farma akan fokus pada riset, pengembangan, serta produksi vaksin. Sementara Kimia Farma mendapat mandat utama di sektor manufaktur obat-obatan untuk pasar luas.

Dony menambahkan, dengan fokus yang lebih spesifik, efektivitas kerja masing-masing BUMN farmasi diharapkan meningkat signifikan. Bio Farma pun diharapkan bisa memaksimalkan potensi riset untuk melahirkan inovasi vaksin baru di masa depan.

Nasib Anak Usaha dan Strategi Keuangan

Status PT Kimia Farma Apotek (KFA), anak usaha strategis KAEF, masih dalam tahap pengkajian mendalam. Pemerintah ingin memastikan setiap unit bisnis ditempatkan pada posisi paling optimal sesuai fungsinya. Selain soal struktur, Kimia Farma juga tengah menyiapkan opsi Obligasi Wajib Konversi untuk meningkatkan persentase saham publik (free float) sebesar 15 persen. Langkah ini untuk memenuhi regulasi pasar modal sekaligus memperkuat struktur permodalan jangka panjang.

Perbaikan Kinerja Setelah Tiga Tahun Tertekan

Di tengah restrukturisasi besar-besaran, Kimia Farma mencatatkan titik balik. Perusahaan berhasil membukukan laba sekitar Rp123,6 miliar pada laporan terbaru. Pencapaian ini menjadi angin segar setelah emiten farmasi tersebut tertekan selama tiga tahun berturut-turut akibat kondisi pasar yang dinamis. Penguatan struktur internal dan fokus bisnis yang lebih tajam menjadi kunci utama bagi keberlanjutan perusahaan ke depan.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: inikata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top