PEMATANGSIANTAR — Suasana syukur mewarnai acara tepung tawar yang digelar Pemkot Pematangsiantar untuk para jamaah haji, Jumat (12/6) lalu. Bertempat di rumah dinas Wali Kota di Jalan MH Sitorus, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Wesly Silalahi dan Wakil Wali Kota Herlina.
Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), pejabat Kantor Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), serta perbankan dan organisasi Islam setempat.
Di tengah acara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Pematangsiantar, Luhut Ritonga, menyampaikan usulan pembangunan miniatur Ka'bah. Menurutnya, fasilitas ini akan sangat membantu calon jamaah haji dalam berlatih manasik.
"Keberadaan miniatur Ka'bah ini memudahkan calon jamaah haji melakukan manasik, tidak lagi ke Kota Medan," kata Luhut dalam sambutannya.
Selama ini, calon jemaah haji di Pematangsiantar kerap harus menempuh perjalanan ke Medan untuk mengikuti simulasi ibadah haji. Kehadiran replika Ka'bah di kota sendiri diharapkan bisa menekan biaya dan waktu persiapan.
Wali Kota Wesly Silalahi dalam kesempatan yang sama menyampaikan penghargaan kepada tim penyelenggara haji. Ia menilai pelayanan yang diberikan kepada seluruh jamaah haji Kota Pematangsiantar sudah berjalan optimal.
Wali Kota juga mengajak para jamaah untuk terus bersyukur. "Kita telah menyelesaikan rukun dan wajib haji tanpa mendapat hambatan berarti," ujarnya.
Acara tepung tawar sendiri merupakan tradisi masyarakat setempat sebagai simbol doa dan rasa syukur atas keberangkatan dan kepulangan jamaah haji. Ritual ini menjadi penanda bahwa ibadah haji telah ditunaikan dengan selamat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari Pemkot Pematangsiantar terkait realisasi pembangunan miniatur Ka'bah. Usulan tersebut masih dalam tahap wacana dan membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk terkait anggaran dan lokasi pembangunan.