SUMATERA UTARA — Pemerintah Indonesia dan India sedang mematangkan agenda diplomatik tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung tahun depan. Kunjungan PM Narendra Modi ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang telah berusia 76 tahun.
Pertemuan antara Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dubes Sandeep Chakravorty berlangsung di kantor Sekretariat Kabinet. Dalam pertemuan itu, Dubes India secara khusus menyampaikan sejumlah perkembangan kerja sama bilateral yang tengah dirancang kedua negara.
"Dubes Sandeep meminta waktu untuk menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan kerja sama Indonesia dan India," demikian keterangan resmi Setkab yang dikutip dari Instagram @sekretariat.kabinet.
India saat ini memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa. Di Indonesia, terdapat sekitar 150 ribu diaspora India yang tinggal dan menetap. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memperkuat hubungan kedua negara.
Kunjungan Narendra Modi dirancang untuk memperkokoh fondasi kemitraan yang sudah mengakar lama. Setkab menyebut pertemuan itu diharapkan menjadi momentum penting yang membuka peluang kerja sama lebih erat di berbagai bidang.
Indonesia dan India sama-sama negara demokrasi dengan populasi besar di Asia. Hubungan diplomatik kedua negara telah berlangsung selama 76 tahun. Kunjungan PM Modi ke Jakarta akan menjadi kunjungan bilateral tingkat tinggi pertama setelah Prabowo menjabat sebagai presiden.
Pertemuan antara Seskab Teddy dan Dubes Sandeep disebut sebagai jembatan pembuka yang memuluskan rencana kedatangan PM India. Belum ada rincian agenda spesifik yang diumumkan, namun isu kerja sama ekonomi, maritim, dan pertahanan diprediksi menjadi topik utama.
India merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara tergabung dalam berbagai forum multilateral, termasuk ASEAN-India dan IORA. Kunjungan Modi diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga posisi Indonesia dalam pusaran geopolitik regional.
Setkab menegaskan bahwa kunjungan tersebut akan menjadi "tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India." Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana ini dan terus mempersiapkan rangkaian acara kenegaraan yang diperlukan.