SUMATERA UTARA — Kenaikan permintaan ini diakui oleh Sales Branch Manager Pertamina Regional Kediri, Anwar Hidayat. Menurutnya, dibandingkan hari biasa, konsumsi solar di wilayah tersebut naik sekitar 20 hingga 25 persen. "Proses percepatan dan bantuan alih supply dari Madiun dan Surabaya saat ini sudah berjalan," ujar Anwar, kemarin.
Untuk menjaga ketersediaan di tingkat SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memaksimalkan seluruh rantai distribusi. Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa dalam sepekan terakhir volume penyaluran BBM berada di atas rata-rata konsumsi normal harian. "Penyaluran dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU agar masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan mudah," jelas Ahad.
Data terbaru menunjukkan, realisasi penyaluran Pertalite di Jatim telah mencapai 96,6 persen, sementara Biosolar mencapai 103,3 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan. Angka ini mengindikasikan bahwa serapan solar justru sudah melampaui alokasi yang ditetapkan.
Pertamina juga mengoperasikan seluruh fuel terminal dan integrated terminal di Jawa Timur selama 24 jam penuh. Pasokan diperkuat dari Integrated Terminal Tanjungwangi, Fuel Terminal Malang, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Tuban, hingga Fuel Terminal Boyolali, Jawa Tengah. Tidak hanya itu, kapasitas angkut armada mobil tangki ditingkatkan sebesar 608 kiloliter, sehingga total kapasitas distribusi kini mencapai 22.196 kiloliter per hari. "Peningkatan kapasitas ini memungkinkan pengiriman BBM ke SPBU lebih cepat dan lebih optimal," tambah Ahad.
Distribusi BBM juga dipantau secara real time oleh Pertamina. Jika di suatu wilayah terjadi kebutuhan tambahan mendadak, pola suplai bisa langsung disesuaikan. Ahad mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. "Pasokan BBM terus disalurkan secara berkesinambungan dan dalam kondisi aman," tegasnya.
Pantauan di lapangan, stok solar di sejumlah SPBU Kota Kediri, seperti di Jalan Joyoboyo, masih tersedia. Meski demikian, petugas di lokasi enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan merujuk pada penanggung jawab wilayah Kediri. Lonjakan permintaan ini menjadi ujian bagi ketahanan distribusi energi di daerah agraris seperti Kediri, terutama saat musim kemarau yang biasanya bertepatan dengan peningkatan aktivitas pertanian dan transportasi.