MEDAN — PT Kawasan Industri Medan (KIM) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 283 miliar, naik 17 persen dari Rp 242 miliar di tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp 67 miliar, meningkat 57 persen dari capaian tahun 2024.
Pendapatan Berulang Tumbuh 28 Persen
Kontributor utama pendapatan berasal dari recurring income yang mencapai Rp 136 miliar, bertumbuh 28 persen dari tahun sebelumnya. Total aset perusahaan per 31 Desember 2025 tercatat Rp 1,46 triliun, tumbuh 20 persen dari tahun 2024.
Capaian ini disebut menjadi modal bagi perusahaan untuk mempertahankan kinerja operasional dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan di tahun 2026.
Direktur Utama: Dorongan untuk Bekerja Lebih Keras
“Capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif menjadi dorongan bagi kami untuk bekerja lebih lagi guna mendukung pertumbuhan dan kemajuan perusahaan,” ujar Direktur Utama PT KIM, Daly Mulyana, dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta.
Dalam forum yang sama, para pemegang saham menyampaikan arahan kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris untuk fokus mengakselerasi berbagai program dan target kinerja tahun 2026 melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
PT KIM Kelola 918 Hektare Kavling Industri
PT KIM merupakan anak perusahaan BUMN di bawah Holding Danareksa. Komposisi kepemilikan saham terdiri dari Pemerintah Pusat melalui BP BUMN dan PT Danareksa (Persero) sebanyak 60 persen, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 30 persen, dan Pemerintah Kota Medan 10 persen.
Saat ini, PT KIM mengelola sekitar 918 hektare kavling industri yang meliputi KIM 1 hingga KIM 5. Kawasan ini dihuni kurang lebih 600 pelaku usaha, mulai dari usaha kecil, menengah, hingga skala besar. Perusahaan menargetkan terus meningkatkan layanan kepada seluruh tenant dan pemegang saham sebagai wujud peningkatan perekonomian Indonesia melalui Sumatera Utara.