MEDAN — Untuk pertama kalinya sejak Provinsi Sumatera Utara berdiri, seorang gubernur tercatat resmi berkantor di wilayah kepulauan. Muhammad Bobby Afif Nasution memulai agenda kerja selama sepekan di Nias pada 15-20 Juli 2026, sebuah langkah yang disebut sebagai wujud nyata kehadiran negara di kawasan timur Sumut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, mengonfirmasi bahwa belum ada gubernur sebelumnya yang melakukan hal serupa. "Gubernur-gubernur sebelumnya mungkin sering juga berkunjung ke Nias, tapi kalau istilah berkantor di Nias memang baru ada di masa Gubernur Bobby Nasution ini," ujarnya, Kamis (23/7).
Alasan di balik keputusan ini terbilang konkret. Hingga saat ini, empat kabupaten di Kepulauan Nias—Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat—masih berstatus daerah tertinggal. Kondisi ini menjadi pendorong utama bagi Gubernur Bobby Nasution untuk memprioritaskan percepatan pembangunan di kawasan tersebut.
Rencananya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Surya akan bergantian berkantor di Nias selama tiga bulan ke depan. Setelah pekan pertama Bobby Nasution, Wakil Gubernur Surya dijadwalkan melanjutkan agenda pada pekan kedua.
Selama seminggu di Nias, Bobby Nasution telah mendorong sejumlah program strategis. Di antaranya, memastikan pembangunan SMKN 1 Gido dan SMA Unggulan Sukma, mempercepat perbaikan jalan Nias Barat-Nias Selatan, serta pembangunan Jembatan Mo'awo dan pelabuhan Ro-Ro.
Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada sektor kesehatan dengan peningkatan layanan di Nias Selatan, revitalisasi situs megalitik Tetegewo dan Bawomataluo, serta pemberian bantuan kepada nelayan dan masyarakat di Nias Barat.
"Dalam satu minggu dampak kehadiran gubernur di Nias sudah luar biasa. Kita berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita Pak Bobby Nasution membangun Nias, mengejar ketertinggalannya," tambah Erwin.
Pola berkantor bergilir ini bukan sekadar seremonial. Dengan hadir langsung di lapangan, diharapkan proses pengambilan keputusan dan koordinasi antarinstansi bisa berjalan lebih cepat. Selama ini, jarak dan akses transportasi kerap menjadi hambatan utama pembangunan di kepulauan yang terletak di pesisir barat Sumatera itu.
Setelah pekan pertama Wakil Gubernur, Bobby Nasution dijadwalkan kembali ke Nias untuk melanjutkan penyelesaian persoalan pembangunan yang belum tuntas. "Pak Gubernur dan wakil akan terus bergantian berkantor di Nias, keduanya akan bekerja keras menyelesaikan persoalan di Nias. Kami berharap ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat," pungkas Erwin.