SUMATERA UTARA — Hingga Minggu (26/7), BPBD Kota Tangsel mendistribusikan total 73.100 liter air bersih ke delapan RT di Kelurahan Keranggan. Penyaluran difokuskan pada permukiman yang paling kritis, yakni RT 02/01, RT 04/02, RT 01/02, RT 13/05, RT 03/01, RT 06/02, RT 12/05, dan RT 05/02.
"Jumlah total terdampak hingga hari ini sebanyak 162 KK. Sedangkan jumlah air bersih terdistribusi sekitar 73.100 liter," kata Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha.
Kekeringan yang awalnya hanya melanda tiga lokasi kini merembet ke empat titik. Essa menjelaskan, penambahan terjadi di RT 05/02 dan RT 06/02, yang sebelumnya tidak masuk dalam laporan awal. "Lokasi penanganan utama ada di RT 001 RW 01, RT 012 RW 05, dan RT 004 RW 02. Ditambah lagi RT 005 RW 02 serta RT 006 RW 02," ucapnya.
Data BPBD menunjukkan kebutuhan air bersih warga makin mendesak. Dari empat titik penyaluran, sebelumnya hanya tiga titik yang dilayani. Perluasan ini memaksa pemerintah kota mengerahkan lebih banyak armada dan pasokan.
Penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Dukungan datang dari PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), PT Sinar Mas Land BSD, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan.
Essa merinci kendaraan yang digunakan: truk tangki Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangsel berkapasitas 4.000 liter, truk tangki BBWSCC berkapasitas 8.000 liter, truk tangki PT Sinar Mas Land BSD berkapasitas 5.000 liter, dan mobil pick-up toren PMI Tangsel berkapasitas 1.050 liter. Kombinasi armada ini memungkinkan distribusi hingga 18.050 liter dalam satu kali pengiriman.
"Pada pendistribusian hari ini, BPBD kembali menyalurkan air bersih ke empat titik di Kelurahan Keranggan, yakni RT 02/RW 01, RT 04/RW 02, RT 11/RW 04, dan RT 13/RW 05," papar Essa.
BPBD Kota Tangsel belum menyatakan status siaga darurat, namun terus memonitor perkembangan. Kekeringan ekstrem tahun ini dipicu oleh fenomena El Nino yang mempersingkat musim hujan. Warga di wilayah perbukitan Keranggan, yang bergantung pada sumur dangkal, menjadi kelompok paling rentan.
Essa mengimbau masyarakat untuk melaporkan titik-titik baru yang mengalami krisis air bersih. "Kami akan terus mendistribusikan selama musim kemarau masih berlangsung. Kerja sama dengan PDAM dan swasta akan diperpanjang," pungkasnya.