MEDAN — Lebih dari 600 pelaku usaha dan 48 mitra strategis ambil bagian dalam Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang berlangsung 15–26 Juli 2026 di Delipark Mall Medan. Hingga hari pertama, transaksi yang terkumpul menunjukkan angka fantastis: Rp22 miliar dari business matching, Rp900 juta penjualan ritel, dan potensi investasi Rp80 miliar lebih.
Akselerator UMKM di Tengah Tekanan Global
Gubernur Sumut Bobby Nasution hadir bersama Ketua Dekranasda Sumut Kahiyang Ayu dalam pembukaan acara yang digagas Bank Indonesia bersama Pemprov Sumut. Mengusung tema “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional”, kegiatan ini diharapkan bisa menggerakkan sektor swasta mengimbangi penyesuaian anggaran dan dinamika ekonomi global.
“Kualitas produk Sumut, baik wastra maupun kuliner, tidak perlu diragukan lagi dan sangat mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Bobby dalam sambutannya. Sumut sendiri ditargetkan mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 6,7–7,1 persen, sejalan dengan target nasional 8 persen.
Orientasi Pemasaran Berubah: dari B2C ke B2B
Bobby mendorong pelaku UMKM beralih dari sekadar menjual langsung ke konsumen (B2C) menjadi mampu memasuki rantai industri dan menarik investor lewat skema business to business (B2B). Pemprov Sumut berkomitmen memberikan pendampingan mulai dari perbaikan kemasan hingga penyusunan studi kelayakan agar produk lebih bankable.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono yang membuka resmi KKSU 2026 mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumut yang tumbuh 4,98 persen di tengah tantangan global. Ia menegaskan, BI terus memperkuat insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan guna memperluas akses pembiayaan terjangkau untuk UMKM.
Edukasi Digital dan Ekspor Jadi Agenda Utama
Kepala Perwakilan BI Sumut Ameriza M. Moesa melaporkan, KKSU 2026—yang ketujuh kalinya digelar sejak 2020—juga menghadirkan Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, edukasi literasi keuangan, digitalisasi pembayaran QRIS, serta bazar produk wastra dan kuliner khas Sumatera Utara. “KKSU menjadi jembatan konkret yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar lebih luas,” ujar Thomas.