Pencarian

Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik hingga Akhir 2026

Sabtu, 12 September 2026 • 14:01:31 WIB
Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik hingga Akhir 2026
Pertamina memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga akhir 2026.

SUMATERA UTARA — Kepastian itu disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta, Sabtu. Menurutnya, fluktuasi parameter pembentuk harga tidak mengubah posisi BBM subsidi.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty.

Pertalite dan Biosolar Tetap di Harga Sekarang

Kebijakan ini menegaskan posisi pertalite (RON 90) dan biosolar (B35) sebagai BBM bersubsidi yang harganya dikunci pemerintah. Keduanya menjadi tumpuan utama konsumen roda dua dan kendaraan niaga kecil di Indonesia.

Pemerintah sebelumnya memang sudah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga energi global.

BBM Nonsubsidi Ikut Formula Harga Pemerintah

Berbeda dengan BBM subsidi, harga jenis BBM Umum (JBU) atau nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex series tetap mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah. Penetapan harga JBU dilakukan berdasarkan formula dan ketentuan yang berlaku, sehingga pergerakannya bisa menyesuaikan kondisi pasar.

Pertamina Patra Niaga menyatakan terus berkomitmen menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM. Perusahaan juga memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Alasan Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut keputusan menahan harga BBM subsidi diambil untuk melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan ini diambil di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus dipantau atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengakui mempertahankan harga BBM subsidi di tengah tingginya harga minyak bukan kebijakan ringan. Konsekuensinya, kebutuhan anggaran subsidi berpotensi membengkak.

Meski menghadapi tekanan fiskal tersebut, pemerintah menempatkan perlindungan daya beli masyarakat sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan harga energi.

Dampak ke Konsumen dan Anggaran Negara

Bagi pemilik kendaraan harian, kepastian ini berarti biaya operasional pertalite dan biosolar tidak berubah setidaknya sampai akhir 2026. Sementara bagi pemerintah, menahan harga berarti menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga jual di SPBU.

Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM subsidi tetap berjalan sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Konsumen diharapkan tetap membeli di SPBU resmi agar penyaluran subsidi tepat sasaran.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks