Fraksi Golkar DPRD Sumut Apresiasi Pembangunan SD Baru dan Jalan 25 Km di Kepulauan Nias oleh Bobby Nasution

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:28:31 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membangun gedung SD baru di Kabupaten Nias Utara, menggantikan bangunan darurat berdinding seadanya.

MEDAN — Perhatian serius Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution terhadap wilayah kepulauan mulai membuahkan hasil nyata. Setelah puluhan tahun terabaikan, sektor pendidikan dan infrastruktur dasar di Kepulauan Nias kini mulai disentuh pembangunan, salah satunya melalui pendirian gedung SD baru yang layak.

Kondisi memprihatinkan itu terungkap dalam kunjungan Komisi D DPRD Sumut ke Kepulauan Nias. Aswin Parinduri, yang dimintai tanggapannya di ruang kerjanya pada Jumat (14/8/2026), menyebut masih banyak fasilitas publik di sana yang jauh dari kata layak.

Dari Ruang Kelas Berdinding Seadanya Menjadi Gedung SD Baru

Salah satu temuan paling mencolok adalah kondisi sekolah di Kabupaten Nias Utara. Sebelumnya, proses belajar mengajar terpaksa berlangsung di bangunan darurat dengan dinding seadanya yang disekat menjadi beberapa ruang kelas.

"Di sana ada sekolah yang ruang belajarnya sangat sederhana. Bangunannya hanya menggunakan dinding seadanya dan dibagi menjadi beberapa ruang kelas. Sekarang Gubernur Sumatera Utara sudah memberikan perhatian dengan membangun gedung SD baru yang dilengkapi fasilitas," ujar Aswin.

Pembangunan gedung sekolah baru ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kepulauan tersebut. Fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan mampu mendorong semangat belajar para siswa.

Jalan Provinsi 25 Kilometer Jadi Kunci Pembuka Ekonomi

Selain sektor pendidikan, perhatian khusus juga tertuju pada infrastruktur jalan. Masih ada ruas jalan provinsi yang menghubungkan dua kabupaten di Kepulauan Nias dengan panjang sekitar 25 kilometer yang kondisinya sangat memprihatinkan dan belum tersentuh pembangunan optimal selama puluhan tahun.

"Jalan ini menghubungkan dua kabupaten dan panjangnya sekitar 25 kilometer. Selama ini kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal, kalau jalan ini dibangun, perputaran ekonomi masyarakat akan semakin baik," katanya.

Perbaikan jalan ini tidak hanya soal konektivitas antarwilayah. Aswin menegaskan, akses yang mulus akan membuka gerbang pertumbuhan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para pembudidaya rumput laut di kawasan pesisir.

Potensi Rumput Laut Butuh Dukungan Koperasi dan Pasar

Komoditas rumput laut dinilai memiliki prospek cerah. Hasil produksinya tidak hanya untuk bahan pangan, tetapi juga bisa diolah menjadi kosmetik hingga bahan baku industri bernilai jual tinggi.

"Di sana masyarakat banyak yang mengembangkan rumput laut. Kalau dibantu dengan pembentukan koperasi atau kelompok-kelompok usaha, kemudian pasarnya dijamin, tentu akan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, jaminan pasar dan kelembagaan yang kuat akan memberikan nilai tambah bagi hasil panen nelayan. Ke depan, ia berharap pembangunan di Kepulauan Nias tidak berhenti pada fisik, tetapi menyentuh pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

"Kita ingin pembangunan Kepulauan Nias benar-benar menyentuh masyarakat. Kalau pemerintah hadir dan masyarakat juga mendukung, saya yakin lima kabupaten di Kepulauan Nias bisa berkembang lebih cepat," pungkasnya.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top