Pencarian

50 Hektare Sawah di Tapanuli Tengah Hancur Diterjang Banjir Bandang, Petani Anggoli Minta Irigasi Segera Dipulihkan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:02:01 WIB
50 Hektare Sawah di Tapanuli Tengah Hancur Diterjang Banjir Bandang, Petani Anggoli Minta Irigasi Segera Dipulihkan
Petani menyaksikan lahan persawahan seluas 50 hektare di Desa Anggoli, Sibabangun, Tapanuli Tengah, yang rusak akibat banjir bandang November 2025.

Sekitar 50 hektare lahan persawahan di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, hancur diterjang banjir bandang pada November 2025 lalu. Aliran sungai yang berubah arah masuk ke areal pertanian membuat lahan dan jaringan irigasi rusak parah, hingga petani belum bisa kembali menanam padi.

TAPANULI TENGAH — Banjir bandang yang menerjang Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada November 2025 lalu menyisakan kerusakan berkepanjangan di sektor pertanian. Lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan warga kini berubah menjadi hamparan bebatuan dan tidak produktif.

Ketua Kelompok Tani Desa Anggoli, Hamdan Silalahi, mengungkapkan bahwa sebelum bencana terjadi, kondisi lahan persawahan dan irigasi di desanya berjalan normal. Namun, banjir bandang mengubah aliran sungai hingga masuk ke areal pertanian.

"Lahan persawahan dan irigasinya hancur. Sebagian lahan sudah tidak ada lagi, tinggal bebatuan. Aliran sungai juga berpindah ke lahan persawahan," kata Hamdan kepada Antara, Selasa.

Seluruh Tanaman Padi Tertimbun Pasir dan Batu

Hamdan menjelaskan, seluruh tanaman padi yang berada di lahan pertanian saat banjir terjadi rusak akibat tertimbun pasir dan bebatuan. Petani tidak bisa menyelamatkan hasil panen sama sekali, sehingga kerugian yang dialami sangat besar.

Hingga kini, petani belum mendapatkan bantuan untuk memulihkan lahan maupun jaringan irigasi. Setelah banjir surut, warga hanya bisa pasrah melihat kondisi sawah yang rusak.

Petani Butuh Perbaikan Lahan dan Normalisasi Sungai

"Bantuan yang paling kami butuhkan adalah perbaikan lahan sawah dan irigasi, termasuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula," ujar Hamdan.

Ia menegaskan bahwa sawah merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Desa Anggoli. Kerusakan bendungan dan pintu air irigasi membuat petani khawatir tidak dapat kembali menanam padi dalam waktu dekat.

Harapan Petani untuk Kembali Menggarap Sawah

Hamdan berharap pemerintah segera melakukan penanganan apabila lahan tersebut masih memungkinkan dikembalikan menjadi areal persawahan. Pihaknya pun menegaskan bahwa petani tetap ingin kembali menggarap sawah meski menghadapi kerusakan berat.

"Kalau memang masih bisa dijadikan lahan persawahan, harapan kami segera diperbaiki dan dikembalikan seperti semula," katanya.

Jika lahan dan irigasi pulih, petani menargetkan peningkatan produksi pertanian sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat Desa Anggoli yang sempat terhenti akibat bencana tersebut.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks