SUMATERA UTARA — Logam mulia kembali menunjukkan perannya sebagai instrumen investasi yang minim gejolak. Berdasarkan pantauan laman resmi Logam Mulia pada Jumat (21/8/2026) pukul 09.07 WIB, harga emas Antam tidak bergerak dari posisi Rp 2.725.000 per gram. Angka ini sama dengan level penutupan perdagangan sebelumnya, menandakan tidak ada tekanan jual maupun beli yang signifikan di pasar domestik.
Rincian Harga dan Ukuran yang Tersedia
Antam menjual emas batangan dalam berbagai pecahan untuk memenuhi kebutuhan investor ritel maupun korporasi. Untuk satuan terkecil, yakni 0,5 gram, dibanderol dengan harga Rp 1.412.500. Sementara itu, untuk ukuran 1 gram dipatok di angka tersebut, dan harga akan naik secara proporsional seiring bertambahnya berat logam mulia.
Berikut rincian lengkap harga emas batangan Antam yang berlaku pagi ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.412.500
- Emas 1 gram: Rp 2.725.000
- Emas 5 gram: Rp 13.000.000
- Emas 10 gram: Rp 25.800.000
- Emas 25 gram: Rp 64.250.000
- Emas 50 gram: Rp 128.300.000
- Emas 100 gram: Rp 256.300.000
Perlu dicatat, harga tersebut belum termasuk pajak. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam berada di level Rp 2.455.000 per gram, memberikan selisih margin yang umum dalam perdagangan logam mulia.
Mengapa Harga Emas Bertahan di Level Tertinggi?
Stabilitas harga emas di kisaran Rp 2,7 jutaan ini tidak lepas dari kondisi makroekonomi global. Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih mempertahankan suku bunga acuannya membuat dolar AS tetap perkasa, namun di sisi lain kekhawatiran resesi justru mendorong investor global memborong emas sebagai aset aman.
Di dalam negeri, permintaan emas batangan menjelang akhir pekan cenderung stabil. Para pelaku pasar memilih wait and see sambil menunggu rilis data inflasi domestik yang dijadwalkan pekan depan. Kepala riset sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta mengatakan, tren harga emas jangka panjang masih bullish didukung oleh aksi bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas mereka.
Antam dan Daya Tarik Investasi Logam Mulia
Sebagai satu-satunya produsen emas batangan bersertifikat di Indonesia, Antam memegang peranan penting dalam ekosistem investasi ritel. Produk Logam Mulia Antam menjadi acuan harga emas fisik di pasar domestik dan kerap dijadikan alternatif tabungan oleh masyarakat kelas menengah.
Kepala Ekonom sebuah bank nasional menilai, minat masyarakat terhadap emas fisik masih tinggi meskipun ada instrumen investasi digital seperti reksa dana atau obligasi. "Emas memberikan rasa aman secara psikologis karena bersifat tangible. Ketika pasar saham bergejolak, investor cenderung kembali ke aset fisik," ujarnya.
Dengan harga yang stabil di level saat ini, peluang akumulasi masih terbuka lebar. Apalagi, historisnya emas Antam selalu mencatatkan kenaikan nilai dalam jangka panjang, menjadikannya instrumen warisan yang tak lekang oleh waktu di tengah dinamika ekonomi yang serba tidak pasti.