MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan alokasi dana Rp50 miliar untuk bantuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun depan. Kebijakan ini diumumkan di tengah agenda Bursa Wirausaha Unggulan Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis (20/8/2026), yang turut dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman dan Rektor USU Prof Muryanto Amin.
Bobby menyebut program ini bukan sekadar penyaluran dana bergulir, melainkan bagian dari upaya menekan angka pengangguran. Berdasarkan data BPS Sumut, angkatan kerja di provinsi ini mencapai 8,16 juta orang, dan sekitar 5 persen di antaranya belum memiliki pekerjaan atau usaha.
“Makanya dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama,” ujarnya di hadapan ratusan pelaku usaha dan mahasiswa.
Rasio Kewirausahaan Sumut Masih di Bawah Target Nasional
Data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut mencatat rasio kewirausahaan daerah baru mencapai 4,1 persen. Angka ini masih perlu ditingkatkan untuk mendukung target nasional menciptakan 10 juta wirausaha baru. Dari total 1,4 juta unit UMKM yang ada, hampir seluruhnya merupakan usaha mikro dan kecil yang membutuhkan pendampingan.
Bobby menegaskan sektor kuliner dan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Sumut. Namun, ia menyadari bahwa persoalan klasik yang dihadapi pelaku usaha di dua sektor tersebut adalah permodalan.
“Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan,” kelakarnya, yang langsung disambut tepuk tangan para pelaku UMKM.
Bank Sumut Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bunga Ringan
Pemprov Sumut tidak hanya menyiapkan anggaran baru. Bobby menjelaskan, skema pembiayaan melalui Bank Sumut dengan bunga sangat ringan telah berjalan dan akan diperkuat. Tahun depan, tambahan Rp50 miliar akan dikucurkan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
Selain akses pembiayaan, pelaku UMKM juga akan difasilitasi program inkubasi usaha. Pembinaan mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, hingga promosi produk agar usaha mikro bisa naik kelas dan bertahan dalam jangka panjang.
Menteri UMKM: Manajemen Keuangan Kunci Kesejahteraan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang hadir dalam kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Pemprov Sumut. Ia menekankan bahwa bantuan modal tanpa disiplin pengelolaan keuangan tidak akan berdampak signifikan bagi kesejahteraan pelaku usaha.
“Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Tetapi yang bisa itu adalah margin-nya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji. Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya,” kata Maman.
Kementerian UMKM saat ini tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan sekaligus membantu akses pembiayaan bagi masyarakat, sejalan dengan inisiatif yang digulirkan Bobby Nasution di tingkat provinsi.
Maman berharap USU dan seluruh pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Dengan begitu, semakin banyak usaha mikro dan kecil yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.