Menteri PU Dody Hanggodo Pimpin HUT RI di Ende dan Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pasca Gempa NTT

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:57:31 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, NTT, Senin (17/8/2026).

ENDE - Gempa susulan berkekuatan 5,8 SR sempat menghentikan sejenak jalannya Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, NTT, Senin (17/8/2026). Namun upacara yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo itu tetap dilanjutkan setelah petugas memastikan kondisi aman bagi seluruh peserta.

Upacara berlangsung di tengah fokus pemerintah menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur dua hari sebelumnya. Turut hadir mendampingi Menteri Dody, Bupati Ende Yosef Benediktus dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu.

Dalam amanatnya, Menteri Dody menyampaikan belasungkawa bagi korban gempa sekaligus doa agar pemulihan berjalan cepat.

"Hati dan doa kita juga bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang 2 hari lalu diguncang gempa bumi. Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberi keselamatan dan kekuatan, dan keadaan segera pulih," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Ia menegaskan Kementerian PU berada dalam status siaga penanggulangan darurat sekaligus pemulihan infrastruktur publik. Menurutnya, kehadiran negara paling dibutuhkan justru saat akses jalan terputus, pasokan air bersih terhenti, sekolah tak bisa dipakai, dan warga kehilangan tempat tinggal.

Momen kemerdekaan tahun ini, kata Dody, sekaligus jadi pengingat komitmen Kementerian PU menghadirkan peran negara lewat infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan warga — sejalan dengan empat arahan Presiden Prabowo Subianto: menegakkan UUD 1945, mengutamakan kepentingan nasional, menangani persoalan rakyat secara cepat, serta bekerja untuk kesejahteraan generasi penerus.

"Bagi kita di Kementerian PU ukurannya sederhana, apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat. Pekerjaan kita belum selesai ketika konstruksi selesai, pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah," kata Menteri Dody menutup pidatonya.

Ia berpesan agar jajaran Kementerian PU memaknai kemerdekaan lewat kerja nyata: memperluas konektivitas, memperkuat ketahanan pangan dan air, meningkatkan taraf hidup warga, serta memastikan negara hadir saat bencana melanda.

Skala Kerusakan Gempa NTT

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) tercatat sebagai salah satu gempa terbesar di dunia sepanjang tahun ini — hanya kalah dari gempa M7,8 yang melanda Filipina pada Juni lalu, menurut catatan United States Geological Survey (USGS).

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangannya dirasakan luas hingga NTT, NTB, dan sebagian Sulawesi Selatan.

Data sementara BNPB hingga Sabtu petang mencatat 47 korban jiwa dan sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo mengungsi. BMKG turut mengidentifikasi 37 gempa susulan dengan magnitudo berkisar M3,7 hingga M6,2 — salah satunya yang sempat menghentikan upacara di Ende.

Dari sisi kerusakan fisik, tercatat 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan, ditambah puluhan gedung sekolah, sarana kesehatan, kantor pemerintahan, pelabuhan, dan terminal bandara yang turut terdampak. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul kenaikan permukaan air laut antara 0,14 hingga mendekati 1 meter di sejumlah pesisir, sebelum akhirnya dicabut.

Reporter: Redaksi
Back to top