MEDAN — Langkah Madison Huang di industri teknologi global mulai menjadi sorotan setelah dirinya tampil dalam sejumlah agenda penting bersama sang ayah. Ia hadir dalam Konferensi Robot Sedunia 2026 di Beijing dan melakukan pertemuan tertutup dengan eksekutif LG Electronics terkait kerja sama kecerdasan buatan (AI) fisik dan robotika.
Publik berspekulasi Jensen Huang sedang menyiapkan Madison sebagai penerus di Nvidia. Spekulasi ini muncul karena Madison semakin sering tampil di depan publik dalam berbagai forum strategis perusahaan.
Berbeda dari pewaris perusahaan teknologi pada umumnya, Madison tidak memulai kariernya dari dunia teknik. Ia adalah sarjana seni kuliner dari U.S. School of Culinary Arts dan meraih lisensi tata boga dari Le Cordon Bleu Paris pada 2013.
Dari 2014 hingga 2015, Madison menyelesaikan kursus manajemen anggur dan manajemen perhotelan di Le Cordon Bleu London. Ia kemudian bekerja sebagai manajer pemasaran dan pengembangan di LVMH, Paris, selama empat tahun.
Perubahan arah kariernya dimulai pada 2019 ketika ia mengambil kursus jangka pendek di bidang AI di MIT Sloan School of Business. Setahun kemudian, Madison bergabung dengan Nvidia sebagai pemagang pemasaran dan dipromosikan cepat hingga mencapai posisi direktur senior.
Dalam kunjungannya ke Seoul National University belum lama ini, Madison mendorong mahasiswa untuk aktif memanfaatkan AI dalam pekerjaan. Ia menegaskan kekhawatiran tentang AI menggantikan profesi manusia tidak sepenuhnya tepat.
"Jangan takut, naiklah ke roket AI. Banyak yang takut kehilangan pekerjaan karena AI, tapi tugas-tugas yang akan digantikan oleh AI hanyalah tugas berulang yang kita lakukan sebelumnya, AI tidak dapat menghilangkan profesi itu sendiri," ujarnya.
Menurut Madison, sekalipun AI menggantikan tugas sederhana seperti pengodean yang biasanya dilakukan engineer, AI tidak dapat menggantikan tujuan mendasar profesi teknik, yakni memecahkan masalah dunia nyata melalui sains dan teknologi.
Madison bukan satu-satunya anak Jensen Huang yang berkarier di Nvidia. Adik laki-lakinya, Spencer Huang, juga bekerja di perusahaan tersebut sejak 2022.
Sebelum bergabung dengan Nvidia, Spencer memiliki pengalaman di industri restoran dengan mengelola bar koktail di Taiwan. Pola karier yang sama dengan kakaknya menunjukkan keduanya menempuh jalur non-teknis sebelum masuk ke perusahaan teknologi.
Madison juga mendorong mahasiswa agar berani mengambil pengalaman yang terasa mengintimidasi. "Sekolah adalah ruang paling aman dalam hidup untuk bereksperimen. Pergilah tinggal di luar negeri, bekerjalah di perusahaan yang membuat Anda merasa kecil, dan temuilah orang-orang dengan pengalaman yang sama sekali berbeda. Pengalaman yang terasa mengintimidasi justru menghasilkan pertumbuhan terbesar," tuturnya.