Menkeu: Dana Bayar Utang Whoosh Sudah Siap, Tak Perlu Cari Investor Baru

Penulis: Said Fauzi  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:04:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana pembayaran utang proyek kereta cepat Whoosh telah disiapkan melalui perusahaan SMV di bawah Kementerian Keuangan.

SUMATERA UTARA — Pemerintah menegaskan kesiapannya menanggung kewajiban utang proyek kereta cepat Whoosh. Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kekhawatiran publik mengenai kemampuan fiskal negara setelah proses pengalihan aset dari Danantara Indonesia.

"Nggak, sudah ada uangnya," ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (8/9/2026), seperti dikutip dari Antara.

Kemampuan Finansial SMV Jadi Sandaran

Purbaya menjelaskan, dana pembayaran utang akan disiapkan melalui perusahaan Special Vehicle Mission (SMV) atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Ia menilai kemampuan keuangan perusahaan pelat merah itu cukup kuat untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Menurutnya, ada perusahaan SMV yang mampu mencatat keuntungan sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun per tahun. Sementara itu, SMV yang nantinya ditugaskan mengelola kereta cepat disebut memiliki keuntungan bersih hingga Rp 800 miliar per tahun.

"Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung," katanya.

Pengalihan Aset Tanpa Biaya ke Danantara

Proses pengalihan kereta cepat kepada Kementerian Keuangan tidak disertai transaksi pembayaran kepada Danantara Indonesia. Kemenkeu akan menerima penyertaan ekuitas dengan nilai nol rupiah, sekaligus mengambil alih tanggung jawab atas kewajiban utang kereta cepat.

"Nggak ada. Itu kan dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. Kan saya nanggung utang ke depannya. SMV saya menanggung utang ke depannya. Jadi nggak ada cost-nya buat saya," jelas Purbaya.

Ia menegaskan, "Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini."

Langkah Selanjutnya: Hitung Total Kewajiban

Penyelesaian kewajiban utang akan dilakukan setelah proses pengalihan kereta cepat selesai. Pemerintah terlebih dahulu akan menghitung total kewajiban yang harus dipenuhi, kemudian menentukan perusahaan BUMN di bawah Kemenkeu yang akan menangani pembayaran utang.

Meski demikian, Purbaya belum mengungkapkan perusahaan SMV mana yang akan ditugaskan menangani kewajiban pembayaran utang kereta cepat tersebut. Kepastian ini menjadi angin segar di tengah proses transisi kepemilikan yang tengah berjalan.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top