Menpora Sebut Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2025 Capai Rp5 Triliun

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 30 September 2026 | 16:31:01 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 mencapai hampir Rp5 triliun.

SUMATERA UTARA — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut gelaran MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun. Capaian itu disebut sebagai bukti nyata bahwa event internasional mampu menggerakkan perekonomian nasional dan daerah.

Angka tersebut disampaikan Erick saat menghadiri peluncuran buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" di Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9), melansir Antara. Ia menegaskan bahwa perhelatan MotoGP bukan sekadar ajang balap biasa.

"MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu real, ekonomi impact-nya mencapai hampir Rp5 triliun," kata Erick.

Target 145 Ribu Pengunjung di MotoGP Mandalika

Erick menyatakan dampak ekonomi dari ajang internasional itu akan terus digali agar manfaatnya terasa lebih luas. Salah satu indikator yang dikejar adalah jumlah penonton.

"Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini bisa 145 ribu orang," ujarnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga disebutnya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengembangkan wisata olahraga. Langkah itu sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

"Kita gali seluruh potensi yang kita bisa serahkan kepada bangsa ini. Tentu salah satunya dengan mengoordinasikan, mengimplementasikan, dan menghasilkan sebuah kegiatan yang impactful untuk sport tourism," tambahnya.

Indonesia Baru Manfaatkan 0,5% Potensi Sport Tourism Global

Erick mendorong Indonesia menggarap potensi wisata olahraga secara lebih maksimal. Sebab, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain.

Sejauh ini, Indonesia baru memanfaatkan sekitar 0,5% atau sekitar Rp39 triliun dari nilai sport tourism global yang ditaksir menyentuh Rp9.500 triliun.

"(Bisnis) olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat. Padahal kalau kita lihat, sport industry itu sekarang kurang lebih Rp8.000 triliun, ini angka yang luar biasa. Lalu kalau kita bicara sport tourism itu mencapai Rp9.500 triliun. Ini secara global," jelasnya.

Jejak Sukarno dan Investasi Jangka Panjang

Erick menjelaskan olahraga dapat mendatangkan nilai ekonomi besar dan menjadi salah satu investasi menjanjikan. Ia menyinggung jejak Presiden pertama RI Sukarno yang disebutnya telah melihat potensi tersebut.

Beberapa tahun setelah merdeka, Sukarno langsung menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) dan dilanjutkan dengan Asian Games. Pembangunan infrastruktur penunjang saat itu, seperti Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Sarinah, Tugu Selamat Datang, dan Jembatan Semanggi, masih bisa dinikmati hingga kini.

"Itu bagaimana kita berinvestasi. Artinya apa? Tidak hanya investasi karakter bangsa, tapi juga ada investasi ke ekonominya. Dan ini merupakan national branding sampai hari ini," jelasnya.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top