SUMATERA UTARA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah belum membahas rencana pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyatakan fokus saat ini masih tertuju pada penataan skema penyaluran subsidi agar tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (30/9/2026).
Menurut Laode, pemerintah masih mengkaji penataan mekanisme subsidi yang berjalan saat ini. Penataan itu dilakukan untuk memastikan skema subsidi tidak menjadi beban keuangan yang memberatkan negara.
"Nah kita, kita enggak dan belum bahas itu [BLT BBM] ya," kata Laode.
Pernyataan itu menegaskan bahwa isu pengalihan subsidi BBM ke BLT belum menjadi agenda Kementerian ESDM. Laode juga menegaskan fokus pemerintah saat ini tertuju pada penataan skema penyaluran subsidi agar tepat sasaran.
Penataan mekanisme subsidi dilakukan untuk memastikan skema yang berjalan tidak membebani keuangan negara. Kementerian ESDM masih mengkaji langkah tersebut.
Belum ada keterangan lebih lanjut soal bentuk penataan yang sedang dikaji. Informasi resmi mengenai perkembangan kebijakan subsidi BBM dapat diakses melalui kanal Kementerian ESDM.
Bagi masyarakat, pernyataan ini berarti skema subsidi BBM saat ini belum berubah. Tidak ada pengalihan ke bantuan langsung tunai yang sedang dibahas.
Masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebijakan subsidi BBM dapat mengikuti pengumuman resmi dari Kementerian ESDM. Hindari informasi yang mengklaim perubahan skema subsidi tanpa dasar resmi.
Waspadai pihak yang mengatasnamakan program bantuan atau meminta biaya pengurusan. Kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM dapat digunakan untuk memverifikasi informasi.