JAKARTA — Kementerian Perhubungan merinci dampak karhutla terhadap jadwal penerbangan nasional. Dari 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri yang terdampak, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan (delay) dan 1.324 dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).
Selain itu, 22 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert), 6 kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 26 dimajukan jadwalnya (advance). Data tersebut berdasarkan posisi 17 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menyebut cakupan dampak kabut asap melebar dalam sepekan terakhir. "Selama 13-17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi itu memicu keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Lukman menegaskan setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan.
Di Sumatera Utara, Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga tercatat sebagai bandara yang terdampak kabut asap. Sejumlah bandara lain di Sumatera juga masuk daftar, yakni Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Japura (Rengat) di Riau, Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) di Sumatera Selatan, Sultan Thaha (Jambi), serta Malikussaleh (Lhokseumawe) di Aceh.
Wilayah Kalimantan menyumbang bandara terdampak paling banyak. Di Kalimantan Barat ada Supadio (Pontianak) dan Rahadi Oesman (Ketapang). Kalimantan Tengah meliputi Iskandar (Pangkalan Bun), H. Asan (Sampit), dan Tjilik Riwut (Palangka Raya), sedangkan Kalimantan Utara mencatat Robert Atty Bessing (Malinau).
Dampak karhutla tidak berhenti di rute domestik berjadwal. Pada penerbangan internasional, 14 penerbangan dibatalkan. Rinciannya, 12 penerbangan Singapura-Pontianak pulang pergi pada 12-23 September 2026 batal akibat asap di Bandar Udara Supadio. Dua penerbangan Singapura-Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 juga dibatalkan karena asap di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Rute perintis turut terkena imbas. Sebanyak 22 penerbangan perintis dibatalkan akibat kabut asap pada 16 Oktober 2026, termasuk 2 penerbangan kargo. Pembatalan tersebar di Korwil Singkep (6 penerbangan), Korwil Kuala Pembuang (4), Korwil Tanah Merah (6), dan Korwil Gorontalo (6).
Di luar karhutla, ada 20 penerbangan berjadwal dalam negeri yang dibatalkan. Penyebabnya abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Daftar bandara terdampak di wilayah timur Indonesia mencakup Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Maleo (Morowali), Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk), dan Sultan Bantilan (Tolitoli) di Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara mencatat Sangia Nibandera (Kolaka) dan Betoambari (Baubau), sementara Sulawesi Selatan mencatat Toraja (Tana Toraja).
Di Maluku Utara, bandara terdampak adalah Sultan Babullah (Ternate) dan Oesman Sadik (Labuha). Maluku meliputi Pattimura (Ambon) dan Karel Sadsuitubun (Langgur). Papua Tengah mencatat Mozes Kilangin (Timika) dan Douw Aturure (Nabire), Papua Pegunungan mencatat Wamena, Papua Barat Daya mencatat Domine Eduard Osok (Sorong), serta Papua Barat mencatat Utarom (Kaimana) dan Babo (Teluk Bintuni).