SUMATERA UTARA — Lepas Aura menjalani debut global di China sebagai mobil konsep tanpa kejelasan sistem penggerak, apakah EV murni atau PHEV. Merek di bawah Chery Group itu hanya membeberkan arah desain Leopard Aesthetics lewat Aura, belum menyentuh spesifikasi teknis. Status produksi dan jadwal peluncuran Aura di China juga belum diumumkan.
Lepas, merek kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di bawah Chery Group, memperkenalkan Aura sebagai mobil konsep dalam gelaran global di China. Perusahaan menyebut Aura dipakai untuk memamerkan arah desain yang bakal menjadi identitas visual model-model mendatang, bukan sebagai pengumuman produk produksi.
Ketidakjelasan soal sistem penggerak jadi sorotan. Lepas belum memastikan Aura bakal menjadi mobil listrik murni atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan belum ada informasi mengenai spesifikasi penggerak, jadwal produksi, maupun waktu peluncurannya.
Filosofi Leopard Aesthetics yang diusung Aura memadukan karakter tegas, proporsi elegan, dan inspirasi dari energi alam. Lepas juga mengeksplorasi filosofi Natural Energy lewat permukaan bodi mengalir, postur kendaraan lebar, serta desain pencahayaan khas.
Chief Designer Lepas Ivan Dulanovi? menyebut Aura dikembangkan dengan tiga karakter utama. "Pada AURA, pendekatan tersebut diwujudkan melalui tiga karakter utama, yaitu elegan, percaya diri, dan misterius," ujar Ivan dalam keterangan tertulisnya.
Inspirasi macan tutul tidak sekadar nama. Para insinyur Lepas mempelajari distribusi bobot dan ketegangan otot hewan tersebut saat beristirahat, mengintai, hingga berlari, lalu menerjemahkannya ke dalam desain Aura.
Terjemahan inspirasi itu muncul lewat jarak sumbu roda panjang, overhang pendek, dan bodi lebar. Kombinasi tersebut membuat Aura tampil sebagai hatchback elegan dengan aura futuristik.
Pada bagian depan, grille membulat dan saluran udara samping menyatu dalam satu permukaan hitam. Lampu depan Leopard Headlamps mengambil inspirasi dari tatapan mata macan tutul.
Lepas menyatakan desain fascia depan baru dan Leopard Headlamps bakal menjadi identitas visual yang diterapkan pada model-model mendatang, bukan hanya milik Aura.
Teknologi pencahayaan jadi ruang personalisasi pengguna. Bagian depan Aura memiliki layar yang memungkinkan penerapan grafis, pencahayaan, dan animasi, sehingga pengguna bisa menampilkan gaya maupun suasana hati melalui kendaraan.
Di bagian belakang, layar berbentuk elips membuka kemungkinan tampilan lampu belakang yang lebih personal. Lepas juga menyiapkan tiga pilihan warna Aura yang masing-masing terinspirasi dari lanskap alam pada waktu berbeda.
Bahasa desain Leopard Aesthetics sebenarnya sudah mendarat di Indonesia lewat Lepas L8 PHEV dan Lepas E4 EV. Keduanya mewakili dua jalur teknologi elektrifikasi berbeda, yakni plug-in hybrid dan listrik murni.
Kehadiran kedua model itu di pasar lokal membuat Aura relevan sebagai petunjuk arah desain Lepas berikutnya, termasuk untuk model yang bakal dijual di luar China. Namun, status Aura masih sebatas mobil konsep.
Pembaca otomotif Indonesia yang menanti kejelasan soal Aura harus bersabar. Lepas belum membuka informasi soal dapur pacu, produksi, maupun peluncuran, sehingga posisi Aura sebagai EV murni atau PHEV masih menjadi tanda tanya hingga keterangan resmi berikutnya keluar.