ASAHAN — Ekspor perdana terasi ke Thailand itu berawal dari pendampingan terhadap UMKM berskala kecil yang sebelumnya hanya berjalan sebagai usaha rumah tangga. Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, menyampaikan hal itu dalam paparannya di acara pelepasan.
Acara di Aula Melati Kantor Bupati Asahan dihadiri Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan beserta rombongan, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., Bupati Asahan Taufik ZA, Wakil Bupati Asahan, Forkopimda, para pimpinan OPD, camat, serta tamu undangan. Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB.
Dari Usaha Rumah Tangga Menembus Pasar Thailand
Bupati Asahan Taufik ZA menyebut kunjungan Menko Pangan sebagai kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, sinergi itu penting untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, serta pembudidaya ikan.
"Sejumlah prioritas pembangunan Kab. Asahan, meliputi penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat," terang Taufik ZA dalam sambutannya.
Wagub Sumut: Terasi Buka Jalan Produk UMKM Lain
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc. menilai Asahan punya beragam produk unggulan yang sudah dikenal masyarakat, salah satunya terasi. Ia mengapresiasi terlaksananya ekspor perdana tersebut dan berharap keberhasilan itu membuka jalan bagi produk UMKM lain masuk pasar luar negeri.
Menurut Wagubsu, ekspor terasi ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional. Pelaku usaha lokal juga memperoleh peluang meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Menko Pangan Sebut Ekspor Perdana sebagai Awal
Zulkifli Hasan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Asahan atas terlaksananya ekspor perdana produk UMKM tersebut. Ia berharap keberhasilan yang diraih menjadi awal bagi semakin banyak produk unggulan Asahan yang mampu menembus pasar ekspor di berbagai negara.
"Ekspor perdana terasi Asahan menjadi kesempatan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal," ujarnya.
Bantuan Pangan 10 Kilogram untuk 33,2 Juta Penerima
Dalam arahannya, Menko Pangan juga membahas bantuan pangan bagi masyarakat kategori desil 1–4 atau kelompok berpenghasilan rendah. Bantuan berupa beras 10 kilogram diberikan sekaligus untuk tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan sasaran 33,2 juta penerima di Indonesia.
Pemerintah mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Perum Bulog agar masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Sebanyak satu juta ton beras dicadangkan untuk mendukung stabilisasi tersebut.
Ia menambahkan, kondisi kemarau dapat memengaruhi produksi dan harga beras. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan diharapkan berjalan seiring penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.