Pencarian

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam, 1.300 Penari Berpendar di Pantai Boom

Minggu, 25 Oktober 2026 • 16:33:32 WIB
Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam, 1.300 Penari Berpendar di Pantai Boom
Sebanyak 1.300 penari tampil dalam Gandrung Sewu 2026 bertema Kembang Dermo di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10) malam.

SUMATERA UTARA — Sebanyak 1.300 penari tampil dalam Gandrung Sewu 2026 bertema Kembang Dermo di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10), yang untuk pertama kalinya digelar pada malam hari. Konsep glow in the dark pada omprog, sampur, kipas, hingga body painting fosfor membuat pertunjukan tari kolosal tahun ke-14 ini berbeda dari edisi sebelumnya dan memikat puluhan ribu penonton. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut format baru ini sebagai bukti tradisi bisa hadir dalam bentuk yang memikat generasi muda.

Panggung Gandrung Sewu 2026 dibuka dengan teaterikal Meras Gandrung yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari Gandrung profesional. Dari situ, rangkaian pertunjukan bergerak ke formasi drone fireworks yang menghiasi langit Pantai Marina Boom, dengan ratusan titik cahaya membentuk visual Gandrung, Gunung Ijen, dan sejumlah simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.

Glow in the Dark Jadi Daya Tarik Utama

Elemen berpendar dirancang menyeluruh, bukan sekadar aksesori tambahan. Omprog atau mahkota gandrung, sampur atau selendang, serta kipas penari dibuat dari bahan yang memantulkan cahaya. Body painting berbahan fosfor pada tubuh dan busana memperkuat kesan berpendar saat para penari bergerak di bawah sorotan lampu.

Gerakan tari yang dinamis, musik tradisi, kostum berpendar, dan tata cahaya khusus menghadirkan suasana teatrikal di tepi pantai. Penonton yang memadati kawasan Pantai Marina Boom mendapat pengalaman visual yang tidak muncul di edisi-edisi sebelumnya.

Kata Bupati soal Tradisi yang Dirawat

Ipuk Fiestiandani menegaskan perubahan konsep ini bukan upaya meninggalkan pakem, melainkan cara merawatnya. Menurut dia, pelestarian tradisi tidak harus membatasi kreativitas dalam penyajiannya.

"Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda. Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang," ujar Ipuk saat membuka Gandrung Sewu.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada InJourney yang mendukung penyelenggaraan tahun ini, serta kepada para penari, pelatih, seniman, dan budayawan yang terlibat.

Masuk Kalender Kharisma Event Nasional Kelima Kali

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, menilai kolaborasi Pemkab Banyuwangi, InJourney, dan komunitas pariwisata berhasil menghadirkan pertunjukan yang layak diapresiasi. Dukungan itu membuat Gandrung Sewu kembali masuk kalender Kharisma Event Nasional untuk kelima kalinya.

"Usaha bersama ini membuat Gandrung Sewu kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk yang kelima kalinya," kata Masruroh.

Menurut dia, tidak mudah bagi sebuah daerah mempertahankan pertunjukan yang konsisten selama belasan tahun secara terus menerus. Konsistensi itu yang membuat Gandrung Sewu tetap diperhitungkan dalam peta event pariwisata nasional.

Ditutup Kunto Aji dan Project Pop

Gandrung Sewu 2026 ditutup oleh penampilan Kunto Aji dan Project Pop. Kunto Aji lebih dulu membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum pagelaran dimulai, memberi pembuka yang khidmat sebelum ribuan penari mengisi panggung.

Perubahan format ke gelaran malam menempatkan Gandrung Sewu di persimpangan yang jarang dialami seni tradisi daerah: tetap berakar pada ritual dan warisan Banyuwangi, tetapi dikemas dengan bahasa visual yang akrab bagi penonton muda dan pasar wisata nasional.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks