SUMATERA UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah dengan penurunan 62,03 poin atau 1,14% ke level 5.377 pada perdagangan Senin (26/10) siang. Pergerakan itu berbalik dari posisi pembukaan yang sempat menguat di 5.442, dengan level tertinggi 5.453 dan terendah 5.349. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp9.499,135 triliun saat indeks tertekan.
Data RTI Business pukul 11.12 WIB menunjukkan tekanan jual mendominasi hampir seluruh papan perdagangan. Sebanyak 475 saham terkoreksi, hanya 176 saham yang menguat, dan 137 saham stagnan di level penutupan sebelumnya.
Volume perdagangan mencapai 16,89 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,58 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 1,02 juta kali sepanjang sesi pagi hingga menjelang siang.
Pembukaan Menguat Gagal Bertahan
IHSG sempat mencetak level 5.453 pada awal sesi, tetapi dorongan beli tidak cukup menahan laju indeks. Penurunan tajam terjadi setelah indeks gagal bertahan di area resistance jangka pendek.
Pelemahan siang ini terjadi setelah IHSG mencatat kenaikan lima hari berturut-turut. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai kenaikan beruntun tersebut memicu kebutuhan pengujian ulang level support.
"IHSG telah naik selama lima hari berturut-turut dengan sinyal bearish divergence, menandakan adanya potensi untuk segera melakukan retest, yang diperkirakan masih menjadi bagian dari wave iv yang belum usai," ujar Ivan dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance yang Dipantau Analis
Ivan memproyeksikan IHSG bergerak di level support 5.185, 4.972, dan 4.767 hari ini. Untuk sisi atas, resistance berada di 5.561, 5.716, dan 5.936.
Pandangan berbeda datang dari Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Menurutnya, indeks masih punya ruang untuk melanjutkan penguatan bila mampu menembus ambang resistance terdekat.
"Peluang penguatan lanjutan terbuka jika IHSG mampu menembus resistance 5.458, dengan target berikutnya di 5.561. Namun, waspadai potensi koreksi ke area 5.350-5.827," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.185 dan 4.915, dengan resistance 5.460 dan 5.563 hari ini.
Tekanan Terkonsentrasi di Saham Berkapitalisasi Besar
Koreksi yang melebar ke 475 saham menandakan tekanan tidak hanya terjadi di segmen tertentu. Nilai transaksi Rp6,58 triliun pada sesi pagi tergolong moderat, sehingga belum menunjukkan panic selling skala besar.
Bagi investor jangka pendek, level 5.350 menjadi titik krusial. Penurunan di bawah area itu berpotensi membuka jalan ke support berikutnya di 5.185 sesuai proyeksi kedua analis.
Sebaliknya, penembusan resistance 5.458 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual siang ini hanya bersifat sementara. Investor dapat memantau apakah volume transaksi meningkat saat indeks mendekati level tersebut.
Sentimen Asing dan Arah Sesi Berikutnya
Data aliran dana asing belum tercermin dalam ringkasan perdagangan siang ini. Pelaku pasar menantikan arah penutupan sesi pertama untuk menilai apakah tekanan berlanjut ke sesi kedua.
Dengan rentang pergerakan yang lebar antara 5.349 dan 5.453, IHSG mencatat volatilitas cukup tinggi dalam satu sesi. Posisi indeks di 5.377 berada di bagian bawah rentang tersebut, menandakan tekanan jual masih dominan menjelang jeda siang.